
Banda,Nunusaku.id,- Kurang lebih tiga pekan tak terlihat beraktifitas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku. Ternyata Sadali Ie sedang sakit keras dan harus istirahat guna menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Tentu sebagai ketua TAPD Pemda maupun administrator daerah, kerja-kerja itu harus tetap berjalan normal guna menunjang kinerja pemerintah daerah (Pemda) dan pelayanan publik.
Tak tunggu lama. Usai dijenguk Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) di rumah dinas Sekda, Karang Panjang, Senin (24/11) malam, besoknya HL langsung menunjuk pelaksana harian (Plh) Sekda.
Adalah Kasrul Selang, Plt Asisten II Setda yang juga juru bicara (Jubir) Pemprov Maluku orang yang dipercaya Lewerissa menggantikan Sadali.
Sekedar pengingat, dulu di zaman Murad Ismail menjabat, Kasrul “didepak” hanya karena Covid-19 dan diganti Sadali. Kini, era Gubernur HL nama Kasrul kemudian “dipulihkan”.
Didahului dengan memberinya posisi Jubir dan kini sebagai Plh Sekda, jabatan mentereng sebagai orang nomor tiga di pemerintahan.
Gubernur menegaskan, penunjukkan Kasrul bukan tanpa alasan. Sebab saat dirinya membesuk Sadali, sebagai kepala daerah telah sarankan agar mantan Kadishut Maluku itu lebih berkonsentrasi memulihkan kesehatannya.
“Saya telah membesuk beliau (Sadali-red), berbicara dan memintanya berkonsentrasi untuk proses penyembuhan beliau, karena itu lebih penting bagi pa Sadali dan keluarganya,” tandas Lewerissa di Banda, Rabu (26/11).
Walau begitu, tugas-tugas pemerintahan, tidak boleh terganggu dengan kondisi itu. Dan karenanya sebagai Gubernur, telah menunjuk Kasrul Selang sebagai Plh Sekda Maluku.
“Saya telah menunjuk Pa Kasrul Selang sebagai Plh Sekda menggantikan Pa Sadali dalam proses penyembuhan sakitnya,” terang Gubernur.
Tak lupa, Gubernur HL turut mendoakan upaya medis yang sedang ditempuh Sadali baik di dalam maupun luar negeri untuk menyembuhkan sakitnya.
“Kita berdoa semoga langkah medis yang ditempuh pa Sadali dan keluarganya bisa memulihkan kesehatannya, agar nanti dapat kembali bergabung dan berbakti kepada pemerintah provinsi Maluku,” demikian Lewerissa. (NS)





