
AMBON,Nunusaku.id,- Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian korban 11 anak buah kapal (ABK) KM.Maluku Prima Makmur 03 yang terbakar di perairan Laut Banda.
Masuki hari kelima, sejumlah SRU kembali dikerahkan untuk mencari para korban, Selasa (25/11).
Yakni Rigit Buoyancy Boat (RBB) Basarnas Ambon dikerahkan melakukan pencarian korban arah Selatan pulau Haruku, Pulau Saparua dan Pulau Nusalaut Maluku Tengah.
Kemudian KN SAR Bharata yang bertolak dari pelabuhan Tehoru menuju sejumlah titik koordinat sesuai SAR MAPS H5 pencarian korban diantaranya :
A 4° 3’ 39’’ S, 130° 20’ 53’’ E
B 3° 36’ 36’’ S, 130° 20’ 53’’ E
C 3° 36’ 36’’ S, 130° 50’ 16’’ E
D 4° 3’ 39’’ S, 130° 50’ 16’’ E
Selain laut, lewat koordinasi Kepala Basarnas Ambon dengan Dir Polairud Polda Maluku dan Kapolda, maka pencarian dan pemantauan juga meluas melalui jalur udara.
Pencarian menggunakan pesawat Polri jenis Beechcraft 1900D/P-4301, SRU Udara kemudian dikerahkan menuju lokasi kejadian di sekitar Perairan Laut Banda dengan jarak -+137.40 NM dan Heading 98.88° arah Timur dari Bandara Pattimura Ambon.
Kepala Basarnas Ambon Muhammad Arafah menyebut, setelah melakukan pencarian dengan jarak -+ 407.4 NM dengan rata-rata ketinggian 1700 Ft dan Kecepatan 180 Knots, hasilnya masih nihil.
“Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan melalui jalur laut dan udara belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” bebernya kepada awak media, Rabu (26/11).
Ditegaskan, operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan hari ini, dengan harapan para korban bisa ditemukan.
“Doakan semoga pencarian hari keenam bisa membuahkan dan korban dapat ditemukan apapun kondisi mereka,” pinta Arafah.
Diketahui, dari laporan diterima (21/11), kapal diketahui berangkat dari Pelabuhan Tulehu tanggal (18/11) sekitar pukul 02.00 dini hari hendak menuju spot mancing di Perairan Laut banda.
Namun dua hari kemudian kabar datang bahwa KM.Maluku Prima Makmur 03 mengalami kebakaran pada koordinat 4°33’52.20”S-128°48’33.55″E, sekitar pukul 17.50 WIT.
Berikut nama para korban; Yakob Arnyanyi (60), Kien Julson Sabandar (51), Misran Sumenda (51), Finsen Rahayaan (27), Deki Tatael (59), Hengki Tatael (21), Agung Mamentiwalo (29), Oksin Tatael (29), Otnjel Kolotja (51), Jefry Langelo (62), Melvin Rolando Hitalessy (26). (NS)





