Menyusuri Jejak Tanah Banda-Lonthoir yang Bersejarah & Exotis; Nostalgia Sang Pemimpin Maluku
InShot_20251126_002150617

Banda,Nunusaku.id,- Usai Gubernur Hendrik Lewerissa dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Maluku menjemput Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang tiba di Bandara Pattimura Ambon melalui ruang VVIP Bandara, Selasa (25/11) pagi, rombongan kemudian bertolak ke Pelabuhan Hurnala Tulehu.

Gubernur semobil dengan Mendagri, melakukan iring-iringan hingga tiba di pelabuhan Tulehu, beristirahat sejenak di ruang VIP, sebelum bersama rombongan bertolak dengan KM Cantika Lestari milik Siong.

Melewati lima jam perjalanan laut, ditengah hantaman ombak yang menggulung, namun pelabuhan Banda tetap digapai, sandar sempurna di dermaga.

Walau dibawah terik sengatan matahari, suasana hangat penuh senyum dan semangat tetap terpancar dari raut ratusan warga yang menyambut Mendagri, Gubernur dan rombongan.

Terlihat mulai dari perahu belang yang dikayuh penuh tanggungjawab, hingga tarian selamat datang petik pala dan pengalungan Syal bermotif Maluku oleh Wakil Bupati (Wabup) Malteng.

Arak-arakan rombongan terhenti untuk jamuan makan siang di hotel Maulana, tempat tinggal iconic di Banda Neira yang dikenal karena arsitektur bangunannya yang bersejarah, menawarkan pemandangan luas hamparan gunung api Banda dan wisata pantai.

Melawat Lonthoir, Merawat Nostalgia

Ditengah waktu istirahat siang Mendagri, Gubernur HL dan Ketua Tim Penggerak PKK, Maya Baby Lewerissa memilih bernostalgia ke Negeri Lonthoir (Lonthor-red).

Untuk ke Lonthoir, Gubernur hanya perlu 7-10 menit menyebrang dengan speedboat. Setiba di dermaga, puluhan anak tangga lalu dijejaki menuju rumah tempat tinggal kedua orang tuanya dulu, medio tahun 1950-an ketika menjadi guru di Negeri itu.

Sepanjang perjalanan di Negeri yang kelihatan cukup bersih dipandang itu, Lewerissa dan isteri melempar senyum dan menyapa penuh hangat setiap warga yang ditemui, tak pandang tua muda maupun anak-anak semua sama dimata.

Sapaan dan pelukan hangat pun terasa sampai di sang pemilik rumah tempat almarhum bapa Gerson (Econ) Lewerissa dan almarhumah mama Agustina (Au) Wattimena berdiam sembari menjalankan tugas mendidik dan mengayomi anak-anak Negeri Lonthoir puluhan tahun silam.

Nostalgia terangkai penuh makna. Sebab dua kakak tertua Hendrik, lahir dan tumbuh di Lonthoir.

“Kenal bapa Econ Lewerissa dan mama Au Wattimena yang dulu pernah tinggal disini dan mengajar ??. Itu beta pung bapa deng mama, katong ada 10 sodara,” sahut Hendrik.

“Iya kenal, dong dulu tinggal sini waktu beta masih kecil. Dong dua orang bae, bae paskalii,” timpal mama pemilik rumah. Kurang lebih 30 menit saling tukar cerita, kisah dan nostalgia antara keduanya.

Sumur Pusaka; Identitas Budaya yang Terjaga

Puas bernostalgia, Gubernur HL pamit penuh haru dan bahagia menuju sumur pusaka Negeri Lonthoir yang tak jauh dari rumah.

Melepas alas kaki, HL dan isteri tak sekedar meninjau situs sejarah yang tetap terawat-tak lekang waktu, tetapi juga membasuh muka dan meneguk air dari sumur pusaka.

Tak ketinggalan, Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa, anggota DPRD Rovik Afifuddin, Saodah Tethool dan Allan Lohy turut melakukan ritual serupa, yang konon ceritanya akan jadi pertanda baik bagi siapapun yang “minum air sumur pusaka”.

Merajut Asa, Menenun Kasih

Sebelum balik pulang, Gubernur dan istri tak buang kesempatan melihat kondisi ibu dan anak kurang gizi yang digendong tak jauh dari lokasi sumur pusaka.

Keduanya berbincang ringan perihal kondisi ibu dan sang anak itu, sekaligus mengajak sang ibu memeriksakan keadaannya ke dokter dan tak patah semangat memberi asupan makanan bergizi ke anak.

“Rutin periksa ke dokter untuk tahu kondisinya dan beri makan yang sehat dan penuh gizi ke anak,” tandas Hendrik yang diamini Maya sembari memberi tali asih tanda perhatian dan kepedulian pemimpin bagi warga yang membutuhkan.

Lawatan di Lonthoir diakhiri dengan melihat situs sejarah, Benteng Hollandia yang tepat berada satu kawasan dengan lokasi wisata “pohon sejuta umat” dengan latar belakang gunung api Banda.

Menikmati kelapa muda sembari menerima ajakan warga pengunjung berswafoto adalah pemandangan tak biasa sang pemimpin yang memilih dekat dengan rakyatnya tanpa sekat.

“Mari foto sama-sama, seng boleh sungkan. Beta ini basudara dong punya pemimpin, pelayan masyarakat,” demikian penggalan ucapan Gubernur HL untuk warga Banda dan Lonthoir.

Serta Gubernur dan isteri tak ketinggalan mendatangi rumah Kampong Negeri Lonthoir yang berpapasan dengan para pemuda/i setempat sementara menabuh beragam alat musik.

“Jaga tradisi dan warisan baik ini bagi anak cucu negeri Lonthoir kedepan,” tukas Lewerissa yang sekaligus kenalkan dirinya sebagai bagian dari Negeri Lonthoir dan meminta doa-dukungan warga Lonthoir untuk memimpin Maluku agar maju dan berkembang.

“Titip beta dalam bapak/ibu samua pung setiap doa agar bisa diberi umur panjang , kesehatan guna membawa Maluku berubah dan maju, lebih baik dari sebelumnya,” pintanya.

Diketahui, kedatangan Mendagri dan Gubernur bersama para tamu undangan nasional dan lokal untuk menghadiri Banda Heritage Festival (BHF) 2025 yang puncak pembukaan besok, 26 November 2025 hingga berakhir tiga hari kemudian. (NS)

Views: 18
Facebook
WhatsApp
Email