Pembangunan Pastori Harus Cerminkan Kerja Gotong-Royong Umat; Jadi Rumah Interaksi Gumul-Syukur
InShot_20251123_185154997

Suli,Nunusaku.id,- Minggu pagi, 23 November 2025, langit cerah menaungi Negeri Suli. Dibawah pepohonan nan rindang, tampak berjejer tenda merah putih yang sudah diisi orang-orang. Didepannya ada panggung bersama mimbar Pendeta, kirinya tersedia kolam.

Dengan penuh sukacita dan khusyuk, tampak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Ny Maya Baby Lewerissa hadir sebagai tamu utama mengikuti kebaktian peletakan batu penjuru pembangunan Pastori III Jemaat GPM Suli Klasis Pulau Ambon Timur.

Duduk dalam deretan yang sama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) baik perwakilan Kapolda maupun Pangdam, Wakil Sekretaris Umum MPH Sinode GPM Pendeta Max Takaria, Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa hingga Komisaris Bank Maluku-Malut, Maichel Papilaya dan Komisaris PT Maluku Energi Abadi (MEA), Charles Hutabarat.

Ditengah kebaktian sebelum doa syafaat oleh Pendeta Theo Matatula, MPH Sinode lebih dulu masuk ke kolam yang telah tersedia di sisi kanan tenda utama untuk meletakan batu penjuru pembangunan.

Diikuti berturut-turut Gubernur, Wakil Ketua DPRD, mewakili Kanwil Kemenag Maluku, MPK Klasis Pulau Ambon Timur, Ketua Majelis Jemaat Suli, ketua panitia pembangunan dan kepala tukang.

“Saya hadir disini tak hanya sebagai Gubernur, tetapi juga warga GPM yang perlu mengingatkan kita bersama agar sekiranya proses pembangunan Pastori III ini harus mencerminkan kerja gotong royong antar umat,” tandas Gubernur dalam sambutannya seusai kebaktian.

Saling mengingatkan akan hal itu penting. Sebab belajar dari pengalaman dan mendapati sejumlah fakta proses-proses pembangunan rumah ibadah, kantor jemaat, Pastori, sering terjadi bongkar pasang anggota panitia hanya karena perselisihan, beda pendapat.

“Dalam proses pembangunan ini tentu ada pendapat, saran, masukan yang berbeda. Tapi semua itu harus dilakukan dalam semangat sebagai warga Gereja yang memuliakan Tuhan sebagai kepala Gereja dan pengawal proses itu,” ingat Gubernur penuh tekanan.

Selain dukungan pemerintah dan para pihak terkait yang ingin “sorong bahu” membangun rumah tempat tinggal hamba Tuhan sekaligus menjadi ruang bergumul kehidupan umat ini, Gubernur mengingatkan pentingnya panitia mencari dana dengan cara-cara yang Gerejawi dan patut.

“Hindari mengumpulkan dana yang tidak rohani, tidak Gerejawi. Semisal pesta dana. Saya percaya panitia tidak akan melakukannya. Sebab ada banyak cara yang patut dan pantas untuk bisa menghimpun dana bagi pembangunan rumah Pastori,” pesan Gubernur.

Walau ditengah tantangan ekonomi jemaat yang tidak mudah saat ini, Lewerissa meyakini dengan kerjasama dan satu hati, pembangunan Pastori yang tidak saja dimaknai sebagai pusat hunian pendeta, tetapi juga harus jadi pusat konseling atau pelayanan rohani pelayan dengan umat bisa selesai pada waktunya.

“Mari jadikan Pastori ini ruang interaksi menata pelayanan dan hidup berGereja, tempat umat dan pelayan bersyukur-bergumul. Sebagai warga GPM, saya tidak ingin di Jemaat Suli dan Jemaat GPM manapun di Maluku-Maluku Utara, pastori alami kekeringan interaksi kehidupan rohani,” tekan Lewerissa.

Sebelum menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan pesan penting yang menggugah pelayan dan umat di Jemaat GPM Suli.

“Percayalah, pembangunan Pastori III yang adalah proyek iman warga Gereja dengan menjadikan Tuhan sebagai arsitek, pasti akan selesai dibangun tepat waktu dan menjadi puji-pujian yang berharga di mata Tuhan,” ajak Lewerissa penuh optimis.

Pastori III Jemaat GPM Suli ini akan dibangun diatas tanah seluas 176 M2 persegi dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 811 juta lebih.

“Peletakan batu penjuru ini adalah akta iman yang hendak memastikan umat dan jemaat tetap bertumbuh dalam tugas melayani.

Dengan iman yang teguh kepada Kristus, percaya Tuhan pasti akan menyelesaikan dengan caraNya,” ungkap Wasekum Sinode Pendeta Max Takaria.

Peristiwa ini selain meletakkan “batu kehidupan” tetapi hendak meneguhkan komitmen bersama sebagai satu Jemaat untuk memberi diri dan tenaga bagi pelayanan berGereja.

Sebab Pastori sedianya harus mendukung pembangunan spiritual/rohani Jemaat. Dan menjaga soliditas, memperkuat kebersamaan dalam persekutuan berjemaat menjadi kunci terwujudnya pelayanan bagi kemuliaan Tuhan. (NS)

Views: 17
Facebook
WhatsApp
Email