
AMBON,Nunusaku.id,- Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Maluku telah usai dengan terpilihnya secara aklamasi Umar Ali Lessy sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Maluku periode 2025-2030.
Lessy ditetapkan memimpin partai beringin usai rivalnya Rohalim Boy Sangadji (RBS) undur diri saat paripurna ke-8 pemilihan ketua DPD di Swiss-Belhotel Ambon, Sabtu (8/11) malam.
Usai itu, formatur untuk memilih pengurus telah dibentuk dengan lima anggota yaitu Ketua DPD I terpilih, Waketum bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur Emanuel Melkades Laka Lena, Ketua DEPIDAR SOKSI Maluku RBS, Ketua DPD Golkar Kota Ambon Max Siahay dan Ketua Golkar Kota Tual Taufik Hamud.
Meski rapat belum dilakukan, namun beberapa nama disebut layak dampingi Umar Lessy sebagai sekretaris DPD I Golkar Maluku yaitu Richard Rahakbauw (RR), Anos Yermias (AY) dan Rudy Lailossa (RL).
Ada juga diluar tiga nama ini bakal diusulkan nanti saat pleno formatur. Mereka merupakan gerbong Boy Sangadji.
“Sekretaris DPD Golkar Maluku itu orangnya Boy Sangadji. Tidak mungkin posisi itu dijabat barisan Umar Lessy,” ucap salah satu loyalis Boy di arena Musda, kemarin malam.
Terpisah, Ketua AMPG Kota Ambon, Hengki Hiskia menilai dari sekian kader Partai Golkar, tiga nama itu sangat layak mendampingi Umar Lessy.
Sebab ketiga kader Golkar ini, bagi Hengki, memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela. Pengalaman dan basis politik ketiganya tidak diragukan. Hal itu dibuktikan dengan menjabat sebagai anggota DPRD aktif saat ini.
Lailossa sebut Hengki merupakan Ketua DPD II Golkar Maluku Tengah, menjabat anggota DPRD Malteng empat periode berturut-turut.
RR merupakan “tuan takur” di DPRD Provinsi Maluku. Penghuni Baileo Rakyat Karang Panjang selama lima periode berturut-turut. Dua periode dari Dapil VI (Maluku Tenggara, Kota Tual dan Kepulauan Aru) dan tiga periode dari Dapil Neraka (Dapil I) Kota Ambon. Ia pernah menjabat Ketua Kosgoro Maluku.
Sementara AY ialah senior Golkar, yang kini dipercaya Ketua DPD Golkar MBD dan saat ini anggota DPRD Maluku.
Sepak terjangnya di DPRD bermula saat menggantikan Dharma Oratmangun yang mundur saat mencalonkan diri sebagai Bupati Kepulauan Tanimbar (KKT).
“Pleno formatur belum digelar, tapi setidaknya ada pesan untuk formatur pertimbangkan tiga nama ini. Bukan berarti yang lain tidak layak, namun dengan pengalaman yang dimiliki ketiga kader itulah, akan menjadi kekuatan politik Golkar Maluku menggapai kejayaan di Pemilu 2029, mendatang,” jelasnya.
Apalagi, sebut Hengki, Ketua Umum Bahlil Lahadalia disaat membuka Musda XI telah menekankan kader Golkar Maluku menggerakan seluruh kekuatan politik guna mengembalikan kejayaan dan merebut kekuasaan di Pemilu mendatang.
“Bagi saya, kepentingan gerbong iya, tapi bijaklah dalam mengelaborasi kepentingan itu. Partai Golkar harus bangkit. Dan kolaborasi kepemimpinan sejatinya penting untuk diperhatikan,” ingatnya.
“Perbedan telah selesai lewat forum Musda XI. Rangkul seluruh potensi Golkar. Hilangkan perbedaan, satukan tekad guna merebut kejayaan,” pungkasnya. (NS)





