Musisi-Dancer Belanda Hadir di IAKN Ambon, Bagi Pengalaman-Praktik
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#

AMBON,Nunusaku.id,- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon membuat gebrakan skala internasional dengan menghadirkan musisi dan dancer atau penari asal Negeri Kincir Angin Belanda, Rabu (29/10).

Bekerjasama dengan Ambon Music Office (AMO) dan Erasmus Huis yang berada dibawah Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, tak tanggung-tanggung tiga orang didatangkan sekaligus yaitu Boaz Roelevink, musisi Blues Guitar, Moya Wenno dan Sacha Lekatompessy, dua penari berdarah Maluku.

“Kami dengan sukacita menerima para musisi asal Belanda yang mau berbagi dengan akademisi, mahasiswa di IAKN dan musisi di Kota Ambon,” tandas Rektor Prof.Dr. Y.Z Rumahuru.

Project Manager Erasmus Huis, Bob Wardhana mengapresiasi sambutan hangat IAKN dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

“Mudah-mudahan ini hari baik yang bisa kita gunakan semaksimal mungkin untuk bertanya, menggali dan berbagi tips and trick,” sebut Bob.

Sementara itu, Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengaku, kerjasama semua pihak harus menegaskan bahwa pengakuan UNESCO terhadap Ambon sebagai City of Music itu tidak salah.

“IAKN Ambon memiliki peran penting dan strategis, dimana turut berkontribusi besar bagi Ambon Kota Musik. Yang tidak saja sebagai lembaga akademik, tapi mampu hasilkan musisi-musisi yang luar biasa,” terang Walikota saat membuka kegiatan lewat petikan kunci G pada guitar.

Baginya, kerjasama yang terbangun dengan membuat kegiatan-kegiatan seperti ini maupun skala besar yang akan terjadi di Taman Budaya membuka peluang untuk terus meningkatkan pembangunan Ambon sebagai City of Music.

“Kegiatan ini kolaborasi nyata akademisi dan musisi dengan melibatkan musisi Belanda. Itu artinya pendidikan dan seni dapat saling menguatkan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberi dampak signifikan bagi Ambon yang akan merayakan HUT Ambon City of Music pada 31 Oktober mendatang,” harap Bodewin.

Pemkot Ambon tambah Walikota, percaya kegiatan ini akan lahirkan ide-ide cerdas dan segar, dari para mentor tetapi juga mendapat pengalaman baru yang bisa memperkuat pelaku seni secara berjejaring.

“Mari perkuat kolaborasi lewat kegiatan-kegiatan seperti ini demi membangun Ambon sebagai kota musik yang lebih baik dengan memperkuat nilai-nilai lokal,” demikian Walikota.

Sehabis membuka kegiatan, Walikota Bodewin lalu menyumbang satu lagu lokal “Negeri Ambon Manise”.

Boaz, saat sesi masterclass dan workshop yang dipandu dosen Franklin Untailawan, M.Pd berbagi pengalaman. Bahwa sesungguhnya musik dibuat untuk diri sendiri dan jangan pernah takut mencoba.

“Bermusik tidak bisa langsung berada di atas, harus dimulai dari bawah. Dan itu cerita sukses saya hingga kini. Dimana mulai dari ngamen di jalan, jadi penyanyi cafe. Tapi itu jadi pemacu diri untuk terus naik,” ungkapnya.

Selain success story, Boaz juga memainkan beberapa lagu ciptaannya dan memberi kesempatan kepada mahasiswa dan musisi di Ambon untuk dibuatkan lagu secara langsung olehnya dari penggalan kata-kata.

Selain Boaz, Moya dan Sacha, IAKN Ambon juga akan hadirkan jurnalis asal Belanda, Victor Joseph pada 3-4 November mendatang untuk workshop music, media dan public relations. (NS)

Views: 3
Facebook
WhatsApp
Email