Bangga, SMA Siwalima Ambon Transformasi Jadi Sekolah Unggul Garuda; Wakili Indonesia Timur
IMG-20251008-WA0109

AMBON,Nunusaku.id,- Menteri Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) Meutya Hafid menyatakan kebanggaannya atas terpilihnya SMA Siwalima Ambon sebagai salah satu Sekolah Garuda Transformasi.

Diketahui, sekolah Garuda transformasi merupakan program pendidikan unggulan yang digagas langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi muda berkarakter dan berdaya saing global.

Kunjungan Menteri Meutya ke SMA Siwalima, Rabu (8/10/25), menandai momentum bersejarah bagi dunia pendidikan di Maluku.

SMA Siwalima menjadi sekolah ke-12 dari total 12 Sekolah Garuda Transformasi di Indonesia, sekaligus satu-satunya yang mewakili kawasan Timur Indonesia, dan diresmikan secara serentak oleh Presiden hari ini.

“Program Sekolah Garuda ini inisiatif langsung dari bapak Presiden. Saya sangat senang program ini bisa terwujud dan SMA Siwalima menjadi bagian dari sejarah tersebut,” ujar Meutya Hafid kepada awak media usai kunjungan.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Garuda Transformasi di Ambon menunjukkan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah timur Indonesia.

“Ini sesuai harapan Presiden, bahwa kita ingin menciptakan lebih banyak anak-anak unggul dan SDM yang mampu bersaing, bahkan bisa mengakses universitas-universitas terbaik di dunia. Semua harus punya kesempatan yang sama, termasuk di timur Indonesia,” jelas mantan penyiar Metro TV itu.

Lebih jauh, Meutya menekankan, program ini tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai kebangsaan.

“Tidak ada pemimpin yang cukup hanya pintar tanpa berkarakter. Karena itu, Sekolah Garuda ini dirancang untuk membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara pengetahuan, tapi juga memiliki nilai dan keberanian,” kata politikus Golkar yang dikenal vokal.

Dalam paparannya, Menteri Meutya juga mengaku, saat ini Human Index Indonesia baru mencapai 54 persen dari potensi maksimal anak-anak bangsa.

Melalui transformasi kurikulum, peningkatan kualitas guru, serta penambahan fasilitas belajar, diharapkan potensi tersebut bisa ditingkatkan hingga 100 persen.

Sebagai Menteri Komdigi, Meutya menegaskan, pihaknya mendukung penuh program ini terutama dalam aspek komunikasi publik dan digitalisasi pendidikan.

“Kami di Komdigi mendukung agar program baik seperti ini bisa dipahami dan diikuti masyarakat. Apalagi fokusnya juga pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) yang sejalan dengan visi transformasi digital nasional,” tegasnya.

Dengan fokus tersebut, Sekolah Garuda harap Meutya, diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta digital muda yang kelak menjadi penggerak utama pembangunan Indonesia berbasis teknologi dan inovasi.

“Bagi kami di Komdigi, manfaatnya ganda. Selain memperkuat transformasi pendidikan, juga mempercepat transformasi digital tanah air,” pungkas mantan anggota DPR-RI itu. (NS-02)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email