Kualitas Atlet Atletik Dipertaruhkan, Dispora Maluku Abaikan Seleksi POPNAS, Kritik Mengalir
9039Atletik-Hari-Pertama-Sumbang-Tiga-Medali-untuk-Indonesia-di-ASEAN-Schools-Games-2024

AMBON,Nunusaku.id,- Sorotan tajam mengarah ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku menjelang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025 cabang Atletik di Jakarta, 1–10 November mendatang.

Kritik keras dilontarkan karena hingga kini belum ada seleksi terbuka yang melibatkan seluruh pelajar dari kabupaten/kota se-Maluku untuk menentukan atlet terbaik yang akan mewakili daerah.

Padahal, di sejumlah provinsi lain, seperti DKI Jakarta, proses seleksi sudah berjalan secara terbuka, transparan, dan kompetitif.

Hal ini dinilai penting agar atlet yang berangkat ke ajang nasional benar-benar hasil dari penyaringan ketat dan mencerminkan kekuatan daerah.

“POPNAS itu gawe nasional, berarti semua pelajar wajib diberi kesempatan lewat seleksi terbuka. Kalau tidak, bagaimana bisa bicara kekuatan Maluku di tingkat nasional? Ini berbeda dengan PPLP, karena PPLP punya jalur tersendiri,” tegas penggiat olahraga yang enggan namanya dipublikasi, Kamis (2/10/25).

Ia mencontohkan, cabang olahraga Karate yang mampu mengirim atlet ke tingkat nasional karena seleksi dilakukan secara terbuka.

“Yang berangkat adalah mereka yang memang terbaik berdasarkan hasil seleksi, bukan sekadar penunjukan atau jalur khusus,” ujarnya.

Namun, berbeda halnya dengan atletik. Dispora Maluku justru menutup peluang seleksi terbuka dengan alasan keterbatasan anggaran. Kebijakan ini dinilai kontraproduktif dan merugikan banyak pelajar yang berpotensi.

“Masalah anggaran jangan dijadikan tameng. Kami siap bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik. Kalau terus begini, kualitas atlet kita tidak akan berkembang,” tandasnya.

Lebih jauh, ia menilai pola pembinaan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) selama ini masih abu-abu. Meski begitu, Dispora tetap memaksakan atlet dari jalur tersebut untuk diberangkatkan.

“Ini kesannya hanya menghindari kompetisi. Seleksi di daerah tidak dilakukan karena takut terbuka kelemahannya. Padahal, kalau seleksi benar-benar dilaksanakan, pasti muncul bibit-bibit baru yang bisa harumkan nama Maluku,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pembinaan kepada atlet di klub-klub olahraga yang berjalan tanpa dukungan penuh dari pemerintah. Jika tidak ada seleksi menyeluruh, lanjutnya, Maluku hanya akan mengirim atlet seadanya tanpa jaminan kualitas.

“Dispora harus sadar, POPNAS bukan sekadar formalitas mengirim atlet. Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan kualitas pembinaan olahraga pelajar Maluku di tingkat nasional. Kalau seleksi saja tidak dilakukan, itu tanda jelas Dispora tidak siap,” pungkasnya.

Lebih keras lagi, ia meminta agar Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa turun tangan langsung mengawasi kinerja Dispora.

“Kami minta perhatian serius dari Gubernur. Jangan sampai Dispora bekerja setengah hati lalu atlet-atlet kita jadi korban. POPNAS ini bukan sekadar rutinitas, ini ajang bergengsi yang membawa nama baik daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, Gubernur harus memastikan proses seleksi berjalan terbuka dan adil agar setiap pelajar punya kesempatan yang sama.

“Kalau Maluku ingin disegani di kancah nasional, pembinaan olahraga pelajar harus dikelola secara profesional. Gubernur harus tegas, jangan biarkan Dispora bekerja dengan pola lama yang tidak transparan,” demikian sumber. (NS)

Views: 46
Facebook
WhatsApp
Email