
AMBON,Nunusaku.id,- Lantunan salawat bergema, menandai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M yang digelar Tim Penggerak PKK Maluku di kantor PKK Maluku, Sabtu (27/9).
Momen keagamaan untuk mengenang kisah perjalanan spiritual Nabi Muhammad tersebut, dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Maya Baby Lewerissa dan pengurus PKK Maluku, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XV/Pattimura, Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku, Ketua Pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Maluku.
Ketua Pengurus Daerah JALASENASTRI Daerah Angkatan Laut IX Ambon, Ketua PIA Ardhya Gharini Cabang 7/D.III Lanud Pattimura Ambon, Hj Rohani Vanath, tim ahli TP-PKK Maluku, Wakil Walikota Ambon, Asisten II Setda Maluku, Ketua TP-PKK Kota Ambon, pimpinan OPD Provinsi, serta pimpinan organisasi wanita dan Majelis Taklim se-Kota Ambon.
Al Mukarramah Ustadz Haji Husein Arbi, LC hadir memberikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bagi Maya Baby Lewerissa, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar ritual seremonial semata. Namun merupakan laboratorium rohani untuk mengkristalisasikan kecintaan umat dalam bentuk tindakan nyata.
“Kecintaan kepada Nabi Muhammad harus diwujudnyatakan dalam upaya kita meneladani akhlaknya yang agung, Rahmatan Lil Alamin-kasih sayang untuk semesta alam,” ungkapnya dengan nada penuh teduh.
Peringatan Maulid ini juga mengandung makna yang besar kepada umatnya untuk diteladani. Bahwa Nabi Muhammad mengajarkan kelembutan hati, kejujuran, dan kepedulian yang mendalam.
Dalam konteks gerakan PKK, nilai-nilai luhur ini menemukan ruang aplikasinya yang sangat konkret melalui 10 Program PKK.
“Kita harus mampu meneladani Nabi dalam Kepedulian Sosial,” ajak istri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa itu.
Tak saja itu, Baginda Nabi adalah pelindung bagi anak-anak dan kaum yang lemah. Meneladaninya berarti para kader PKK dan ibu-ibu, harus berada di garda terdepan dalam program pencegahan stunting.
Setiap anak Maluku menurut Baby, berhak tumbuh optimal. Ini adalah amanah keimanan. Karena itu, penting galakkan lagi kunjungan ke Posyandu. Pastikan pemenuhan gizi seimbang, dan berikan ASI eksklusif.
“Setiap anak yang tercegah dari stunting adalah manifestasi nyata dari kasih sayang kita, mencerminkan sifat Rasulullah yang penyayang,” ungkap Ketua Tim Penggerak PKK.
Di tanah Maluku yang tercinta, yang kaya dengan keragaman, PKK harus menjadi simpul penguat untuk menciptakan keluarga yang berkualitas.
Sehingga sebagai umatNya, terutama ibu-ibu dan kader PKK, harus mampu meneladani Nabi dalam memperkuat Ukhuwah dan keharmonisan.
“Mari kita jaga silaturahmi, hindari prasangka, dan rawat kerukunan. Keluarga yang harmonis dan masyarakat yang rukun adalah pondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan untuk Maluku Pung Bae,” demikian Lewerissa.
Peringatan Maulid Nabi di TP-PKK Maluku ini tidak hanya menjadi ruang perenungan spiritual, tetapi juga panggilan untuk aksi nyata, mewujudkan keluarga sehat, harmonis, dan masyarakat Maluku yang rukun dalam cahaya teladan Rasulullah SAW.
Hikmah Maulid Nabi kali ini tidak boleh berhenti di ruangan, tetapi mengalir menjadi energi positif disetiap langkah kita. Menjadi ibu yang lebih peduli, kader PKK yang lebih aktif, dan warga masyarakat yang lebih toleran adalah bukti cinta kita yang paling hakiki kepada Rasulullah. (NS)





