
AMBON,Nunusaku.id,- Polda Maluku menunjukkan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat masyarakat.
Melalui bakti kesehatan kepada warga Hunuth, Sabtu (20/9/25), Polda bersama Forkopimda Maluku hadir untuk memulihkan trauma dan menguatkan kembali ikatan sosial warga pascakonflik Hitu–Hunuth yang pecah pada 19 Agustus 2025 lalu.
Dalam kegiatan kemanusiaan ini, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan umum, laboratorium, dan ketahanan tubuh, lengkap dengan pembagian paket beras 5 kilogram bagi warga yang berhak menerima.
Langkah ini menjadi bukti bahwa Polri tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sahabat yang peduli pada pemulihan fisik dan batin masyarakat.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto yang turun langsung ke lokasi menegaskan, pentingnya pendekatan kemanusiaan untuk meredakan ketegangan dan menyembuhkan luka sosial.
“Ini bagian dari upaya mitigasi, mendekatkan diri kepada masyarakat, sekaligus membangun budaya bahwa kebaikan harus diutamakan dalam menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Kalaupun ada perbedaan, Dadang mengajak untuk diselesaikan dengan cara yang baik. Sebab kemanusiaan wajib diutamakan tanpa memandang agama, suku, atau kepercayaan.
“Kehadiran Polri tidak sebatas menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan mengikis trauma yang muncul akibat konflik,” jelasnya.
Bakti kesehatan yang terselenggara berkat sinergi Polda bersama Lantamal IX Ambon, TNI AD, TNI AU, serta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Ambon, menandakan bahwa pemulihan pascakonflik adalah tanggungjawab bersama.
Kepala Desa Negeri Hunuth, Yondri Kappuw mengapresiasi langkah Polda Maluku yang dinilai membawa harapan baru bagi warganya.
“Kami sangat berterima kasih kepada kepolisian. Antusias masyarakat luar biasa, ini tanda mereka ingin kejadian kemarin dilupakan dan tidak terulang. Melalui kegiatan ini, masyarakat melihat Polri benar-benar peduli dan selalu dekat dengan warga,” ungkap Yondri.
Tak hanya di Hunuth, Bakti Kesehatan serupa juga digelar bagi warga Negeri Hitu, memastikan kedua pihak merasakan perhatian dan dukungan yang sama.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menyatukan kembali hati masyarakat, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjaga perdamaian di tanah Maluku. (NS-02)





