Raih 14 Emas, Lemkari Gemilang Juara Umum Garuda Yaksa Championship IV
IMG-20250917-WA0279

AMBON,Nunusaku.id,- Garuda Yaksa Championship IV tahun 2025 yang digagas langsung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa selaku Ketua Umum FORKI Maluku, bersama Partai Gerindra mencapai akhir.

Selama tiga hari, 15–17 September, sebanyak 930 atlet dari 20 klub mewakili 9 daerah di Maluku bertarung dengan semangat tinggi.

Sorak sorai membahana di Sport Hall Karang Panjang, Ambon, Rabu (17/9) malam menjadi saksi lahirnya semangat juang para karateka, menorehkan sejarah sebagai petarung.

Berhasil mengoleksi 14 emas, 10 perak, dan 11 perunggu, kontingen Lemkari Gemilang keluar sebagai juara umum Turnamen dan sukses menggondol trophy piala bergilir Garuda Yaksa Championship.

Sementara Runner-up diraih Inkado Maluku dengan 10 emas, 7 perak, dan 22 perunggu. Sedangkan Shindoka Maluku menempati posisi ketiga dengan 9 emas, 4 perak, dan 4 perunggu.

Diikuti berturut-turut posisi keempat dan seterusnya ditempati FORKI Kabupaten Tanimbar, Inkai Maluku, Hayashi Karate, Inkanas Maluku, Gabdika Militer, RKC Moluccas, ASKI Maluku, SMKN 11 Maluku Tengah.

Kemudian FORKI Buru Selatan, Garuda 1464, Dojo Mathias, Inkai Dojo Satpol PP, Gabdika Maluku Tenggara, Menjadi, KKT, SMAN 2 SBB, Dojo Ellomel, SMAN 50 Maluku Tengah.

Sebelum pengumuman juara, Gubernur yang juga Ketua Umum Pengprov FORKI Maluku, hadir bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Ketua KONI Maluku Sam Latuconsina, Komisaris Bank Maluku-Malut Maichel Papilaya, dan sejumlah tokoh penting di tribun kehormatan menyaksikan secara langsung laga final.

Kehadiran mereka menjadi energi tambahan bagi para atlet muda yang berlaga di atas tatami.

Gubernur menegaskan, turnamen karate ini bukan sekadar perebutan medali, tetapi ruang penting untuk menyaring bibit atlet yang kelak akan membawa nama Maluku di pentas nasional maupun internasional.

“Turnamen ini bagian dari sistem pembinaan olahraga. Dari sinilah akan lahir karateka yang bisa mengharumkan Maluku, bukan hanya di PON, tetapi juga SEA Games bahkan event lebih besar. Sebab itu, yang juara jangan cepat puas, dan yang belum berhasil jangan menyerah. Terus berlatih,” tegas Lewerissa.

Ia juga mengapresiasi sportivitas para atlet serta kerja keras panitia. Baginya, kejuaraan ini lebih dari sekadar pertandingan, tapi ini adalah momen silaturahmi, kebersamaan, dan pengingat bahwa olahraga adalah harga diri orang Maluku.

Sementara itu, Ketua KONI Maluku Sam Latuconsina menilai geliat olahraga Maluku kini mulai bangkit. Sport Hall Karang Panjang, kata dia, telah menjadi arena penting yang berulang kali menyaksikan event besar, futsal, pencak silat, voli, hingga karate.

“Inisiatif FORKI ini patut diapresiasi. Kejuaraan ini bukan hanya untuk menyaring atlet menuju PON, tapi juga persiapan PON Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah Oktober mendatang. Kita akan kirimkan 10 atlet terbaik,” ujarnya.

Sam menambahkan, olahraga Maluku memang sempat redup, namun kini kebangkitan mulai terasa dengan moto: “KONI Maluku Bangkit.”

Ia mengutip pesan Gubernur: olahraga bukan sekadar prestasi, tetapi juga menyangkut martabat dan harga diri orang Maluku.

Kejuaraan Garuda Yaksa Championship IV akhirnya torehkan catatan emas. Bukan hanya soal juara, tetapi lahirnya optimisme baru.

Bahwa dari Mandala Remaja, akan tumbuh karateka-karateka tangguh Maluku, yang suatu hari kelak berdiri di podium kehormatan, mengibarkan merah putih, dan membawa harum nama tanah raja-raja. (NS)

Views: 5
Facebook
WhatsApp
Email