
AMBON,Nunusaku.id,- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku, Astuti Usman, menyoroti pengalaman pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 yang dinilai “kelebihan beban” karena digelar dua kali dalam setahun.
Sorotan itu diungkap Astuti dalam kegiatan penguatan kelembagaan Bawaslu Kota Ambon bersama mitra kerja dalam rangka evaluasi pengawasan Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024.
“Mengutip pernyataan pimpinan Bawaslu RI, bahwa kalau pesta dua kali dalam setahun pasti kelabakan. Pengawas pun demikian, jeda waktu sempit membuat kerja-kerja tidak efektif,” ungkapnya.
“Inilah yang kemudian menjadi catatan penting hingga lahir Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 134 tahun 2025 yang memisahkan Pemilu nasional dan lokal,” jelas Astuti.
Dalam putusan tersebut diakuinya, menegaskan secara jelas bahwa sistem Pemilu dan Pilkada kedepan tidak lagi berjalan serentak seperti Pemilu 2024, namun akan berjarak 2-2,5 tahun.
Agar ada jeda waktu bagi penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu, kontestan maupun masyarakat sebagai pemilih untuk menyiapkan diri dan lembaga secara baik, guna mewujudkan proses pesta demokrasi yang lebih bermartabat.
“Putusan ini harus kita lihat ruang positif. Sehingga penting menguatkan peran kelembagaan Bawaslu dan jajaran secara maksimal dan proporsional untuk menuju Pemilu dan Pilkada kedepan. Dan karena itu perlu evaluasi dari para pihak terhadap kinerja pengawas,” jelasnya.
Sementara, Ketua Bawaslu Kota Ambon, Alberth J. Talabessy, mengaku, jumlah laporan dan temuan pelanggaran pada Pemilu 2024 meningkat hingga tiga kali lipat dibanding 2019.
Hal itu dipengaruhi keterbatasan akses data pemilih sehingga pengawasan tidak bisa menyentuh substansi.
Meski begitu, dia menilai evaluasi ini menjadi kesempatan untuk mendapat saran, masukan dan catatan bagi internal Bawaslu guna memperkuat kelembagaan serta menyusun rekomendasi strategis bagi Bawaslu RI dan Komisi II DPR RI agar sistem kepemiluan ke depan lebih baik.
“Sesungguhnya kami menyambut baik Putusan MK yang memisahkan Pemilu nasional dan lokal. Karena memberi jeda waktu lebih panjang serta ruang konsolidasi politik yang lebih efektif,” tandas Talabessy.
Diketahui, kegiatan penguatan kelembagaan Bawaslu bersama mitra kerja lewat evaluasi Pemilu-Pilkada 2024 itu dibuka Walikota Ambon, Bodewin Wattimena di Manise Hotel, Senin (15/9).
Mitra kerja yang dilibatkan memberi sumbang saran bagi Bawaslu antara lain pimpinan partai politik (Parpol), LSM/NGO, OKP/Ormas, mahasiswa, Bunda Maluku, pegiat Pemilu hingga insan pers.
Sementara narasumber yaitu anggota Komisi II DPR-RI Arief Wibowo, TA Bawaslu RI Dayanto, Anggota Bawaslu Maluku Astuti Usman, Anggota KPU Maluku Almudatsir Sangadji, Akademisi UIN A.M Sangadji Eka Dahlia Umar dan Pegiat Pemilu/Pemantau Thomas Wakanno. (NS)






