
AMBON,Nunusaku.id,- Pasca bentrok dua Negeri bertetangga di Negeri Kailolo-Kabau Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah, aparat TNI-Polri dan Pemerintah Daerah terus melakukan berbagai upaya pemulihan dan penjagaan situasi keamanan agar tetap kondusif.
Salah satunya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat terkait dari kedua negeri untuk melakukan rekonsiliasi perdamaian.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi katakan, situasi secara umum saat ini sudah kondusif. Aparat TNI-Polri terus berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada eskalasi susulan, dan proses pemulihan sosial berjalan dengan baik.
“Upaya pemulihan tidak hanya difokuskan pada aspek keamanan, tetapi juga pada rekonsiliasi sosial dan penyembuhan trauma masyarakat,” tandas Rosita kepada awak media, Rabu (10/9).
Karena itu, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dari kedua negeri saat ini dilibatkan aktif dalam dialog damai yang dimediasi Kapolda dan pemerintah daerah.
“Kami mendorong semua pihak tahan diri dan serahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang. Mari kita jaga Maluku sebagai rumah bersama, tempat kita hidup dalam damai dan saling menghargai,” ujarnya.

Meski begitu, tambahnya, sampai saat ini personel TNI-Polri masih disiagakan di titik-titik rawan guna memastikan tidak terjadi bentrokan susulan.
“Semua elemen masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam menciptakan suasana yang harmonis demi masa depan Maluku yang aman dan damai,” ungkap Umasugi.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi dan terus menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing.
“Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan hidup berdampingan dalam damai,” terangnya.
Diketahui, berdasarkan data yang telah diverifikasi, jumlah korban akibat bentrok yang terjadi Selasa (9/9) itu tercatat 11 orang terdiri dari 1 orang meninggal dan 10 lainnya luka-luka.
Dari 10 korban luka, 3 diantaranya masih jalani perawatan di RSUP Dr. J. Leimena Ambon. Sementara korban lain telah mendapat penanganan medis dan jalani proses rawat jalan untuk pemulihan. (NS)





