September, Pemprov Maluku-PT IAS Ekspor 20 Ton Ikan Kerapu ke Hongkong
budidaya-ikan-kerapu

AMBON,Nunusaku.id,- Komitmen Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa untuk memperkuat sektor perikanan sebagai kekuatan meningkatkan roda ekonomi daerah untuk Maluku maju terus berbuah manis.

Itu seiring rencana ekspor langsung (direct export) komoditas perikanan Maluku, khususnya ikan kerapu hidup via udara oleh pemerintah provinsi (Pemprov) 20 ton, segera terealisasi pada September mendatang.

PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dibawah Danantara dan Pemprov pun matangkan rencana tersebut.

Lantaran Gubernur sedang dinas luar daerah, PT IAS bertemu Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Abdullah Vanath di ruang kerjanya, Kamis (28/8).

Usai pertemuan, Direktur PT IAS, Muchdian Muchlis menyebut, direct export perdana yaitu 20 ton ikan kerapu telah dipastikan dilakukan pada 13 September mendatang, menggunakan pesawat cargo carteran, bukan pesawat komersil.

“Insya Allah tanggal 13 September kita akan ekspor 20 ton ikan kerapu. Langsung ke negara Hongkong. Jadi langsung Ambon, Maluku ke Hongkong,” tandas Muchlis.

Dikatakan, ini merupakan tahap ekspor langsung perdana, yang direncanakan sekali dalam dua Minggu dan dibuka oleh ikan kerapu. Namun tidak menutup kemungkinan selanjutnya sekali seminggu.

Karena itu dia berharap pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku bisa mensuport komoditas-komoditas lainnya, selain ikan kerapu. Demikian pula dapat membuka pasar ekspor ke negara lain yang punya peluang terhadap komoditas asal Maluku seperti China.

“Tahap awalnya hongkong. Tapi tadi kita juga minta untuk bisa dibuka juga nantinya ke China karena pasarnya juga lumayan besar,” tandas Muchlis.

Meski disadari memang, di pemerintah Cina sendiri untuk ikan yang dari indonesia itu ada beberapa jenisnya yang banyak di Ambon-Maluku, belum ada ijinnya. Hanya baru beberapa jenis ikan saja yang sudah kantongi ijin.

“Untuk kita meminta dukungan dibukakan juga supaya volume ekspornya lebih tinggi. Jadi tidak hanya ikan kerapu tapi empat jenis ikan yang cukup banyak di Ambon juga diekspor kesana,” pinta Muchlis.

Kehadiran IAS tugasnya jelas, yaitu untuk memotong dan menurunkan biaya logistik nasional. Sehingga dibangunlah 9 hap untuk cargo yang beberapa area cargo itu fokus kepada komoditas masing masing daerah. Salah satunya Ambon-Maluku, IAS berfokus di Marine product.

“Ini sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto lewat Asta Cita. Selaras pula dengan Sapta Cita Gubernur Maluku poin ke-6,” terang Muchlis.

Gubernur HL melalui teleconferencenya, tegaskan, Pemprov Maluku menyambut baik rencana ekspor perdana komoditas perikanan dari Ambon ke Hongkong berupa 20 ton ikan kerapu.

Sebab, program ini merupakan terobosan yang diharapkan dapat mendorong produk perikanan Maluku masuk ke pasar global.

“Pemprov Maluku menyambut baik terobosan ini. Segala hal berhubungan dengan perizinan di Maluku, baik dari Pemprov maupun instansi lain seperti Bea Cukai dan Imigrasi, akan kami koordinasikan untuk mempercepat dan memastikan program ini berjalan lancar,” tegasnya.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait secara teknis pun diminta  mengurus komoditas, terutama di sektor perikanan secara baik. Sebab program ini diharapkan dapat menambah semangat para nelayan dan pelaku budidaya perikanan di Maluku.

“Kami juga akan mendorong sektor budidaya untuk memastikan ketersediaan pasokan ekspor sesuai jadwal penerbangan,” pungkasnya.

Langkah direct export 20 ton ikan kerapu melalui jalur udara menjadi solusi atas keterlambatan dan kendala kualitas yang kerap terjadi jika pengiriman dilakukan lewat jalur laut.

Sekaligus sebagai bentuk komitmen Gubernur yang membuka karpet merah kepada investor untuk berinvestasi di Bumi Raja-raja, dengan mengikuti rambu-rambu yang diatur. (NS)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email