
AMBON,Nunusaku.id,- Gelombang kepedulian dan perhatian berdatangan di saat duka menimpa. Tak pandang jabatan, strata sosial atau asal agama. Hanya atas dasar kemanusiaan.
Itulah yang ditunjukkan wakil rakyat banteng moncong putih. Mereka datang menebar cinta. Membawa asa untuk warga Hunuth yang jadi korban bentrok dengan Hitu.
Mengungsi pun harus jadi pilihan. Tagal rumah dibakar, harta benda lenyap. Rintihan sesak di dada, air mata bercucuran, hati tersayat, bertaut nada emosi namun penuh harap.
Sebanyak 30 paket sembako dipersembahkan penuh kasih dari hati para penghuni “Senayan Belakang Soya”. Gereja Elim Hunuth jadi saksi sentuhan penuh cinta pasukan Megawati Soekarnoputri itu, Jum’at (22/8).
Pendeta Hukubun dan Majelis Jemaat menerima dengan tangan terbuka, penuh senyum hangat uluran cinta empat wakil rakyat, Gerald Mailoa, Upulatu Nikijuluw, Crients Sarimanella dan Aris Soulisa.
“Ini tanda cinta kasih dan kepedulian kami fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Ambon untuk warga Hunuth yang jadi korban rumah terbakar perusuh, dan kini harus mengungsi,” ungkap Upulatu, Ketua Fraksi.
Tak hanya sembako, pakaian layak pakai turut diberikan. Agar basudara Hunuth yang kehilangan harta benda mereka karena hangus dibakar, juga mendapat hal yang patut untuk bisa dipakai walau ditengah duka.
“Ini mungkin sedikit yang bisa katong berikan dari apa yang katong punya. Jangan dilihat bentuknya, tapi bagaimana rasa solidaritas dan empati kami kepada basudara Hunuth agar bisa lewati duka ini dengan penuh pengharapan,” tandasnya.
Uluran kasih wakil rakyat banteng Moncong Putih ibukota provinsi Maluku itu senafas dengan filosofis sebagai “partainya wong cilik”.
“Kami sambut dengan sukacita dan syukur bantuan bapak/ibu semua. Kami sadar musibah ini, ada hikmahnya dan pasti waktu Tuhan akan terjadi. Kami akan bisa lewati semua ini tanpa dukungan dan doa bapak/ibu basudara samua, terutama penyertaan Tuhan,” ujar Pendeta Hukubun. (NS)






