
AMBON,Nunusaku.id,- Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) wilayah XI dari berbagai cabang di Maluku ikut prihatin mendalam dan mengecam keras insiden penyerangan serta pembakaran belasan rumah warga Hunuth, Kota Ambon, 19 Agustus 2025 lalu.
Peristiwa tragis yang dipicu tawuran antar pelajar berujung satu pelajar SMKN 3 Ambon, AP (18) meninggal ini menunjukkan adanya kelemahan dalam fungsi kontrol pendidikan dan sosial di masyarakat.
Koordinator Wilayah (Korwil) XI PP GMKI, Yandri Porumau bersama para pimpinan cabang menilai, tindakan main hakim sendiri ini tidak dapat dibenarkan dan harus ada penegakan hukum yang adil serta tegas.
“Kami mendesak pihak kepolisian untuk proaktif menangani kasus ini. Walau pelaku penikaman telah ditemukan, tapi pelaku pembakaran belasan unit rumah warga juga harus segera ditangkap dan diproses hukum,” jelasnya lewat siaran pers yang diterima media ini, Kamis (21/8).
Selain itu, pihaknya kata Yandri, juga menyoroti dugaan adanya pembiaran oleh oknum-oknum aparat saat insiden pembakaran terjadi. Hal ini penting juga diusut lewat video-video yang nyata beredar luas di media sosial.
“Kami mendesak untuk mengusut tuntas dugaan ini. Bila ditemukan bukti ada aparat yang tidak jalankan tugasnya dengan baik atau sengaja biarkan tindakan kriminal ini, mereka harus ditindak tegas,” jelasnya.
Selain itu, GMKI juga meminta Pemerintah Provinsi Maluku untuk secara berkelanjutan memberikan penanganan yang komprehensif bagi para korban terdampak.
Demikian pula DPRD Maluku agar berperan aktif sebagai jembatan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Ambon, guna memastikan adanya pertanggungjawaban yang seimbang dalam penanganan pasca-konflik.
“Setiap individu atau oknum yang memprovokasi dan menyulut konflik harus ditindak tegas berdasarkan hukum yang berlaku,” pinta Yandri.
GMKI Cabang Ambon, Cabang Masohi, Cabang Saumlaki dan Cabang Tiakur sebagai bagian dari wilayah XI GMKI menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kader dan simpatisan GMKI, untuk menunjukkan empati dan solidaritas terhadap warga Hunuth.
“Mari kita bersama-sama mendoakan, memberi perhatian, dan bantuan nyata kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Insiden ini harus jadi momentum bagi kita untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas sebagai sesama anak Maluku,” pungkasnya. (NS)






