
AMBON,Nunusaku.id,- DPRD Kota Ambon ikut menyoroti persoalan bentrok antar warga Hunuth Kecamatan Teluk Ambon dan desa Hitu Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (19/8) kemarin.
Sebab dampaknya, puluhan rumah warga Hunuth harus dibakar dan dirusak, termasuk balai pertemuan di kantor desa. Ratusan jiwa harus mengungsi ke desa/negeri terdekat.
Para wakil rakyat pun mengapresiasi gerak cepat kepolisian baik Polda Maluku maupun Polresta Ambon dan Pp Lease yang telah mengamankan pelaku penikaman siswa SMK Negeri 3 Ambon, AP hingga meregang nyawa.
IS (18), yang juga siswa SMKN 3 adalah terduga pelakunya. Dia diamankan di dusun Hunimua Desa Tulehu Kabupaten Malteng, Rabu (20/8) pagi.
Hal itu terungkap lewat video berdurasi 1,26 menit yang tersebar di media sosial (Medsos) dan WhatsApp Grup.
“Kami sebagai institusi memberi apresiasi atas upaya cepat kepolisian yang dalam waktu kurang dari 24 jam bisa menangkap terduga pelaku penikaman,” tandas Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela didampingi sejumlah anggota di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (20/8).
Selaku wakil rakyat, pihaknya kata Morits, meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku, karena sudah menghilangkan nyawa orang.
“Sebab kekerasan apapun apalagi sampai berujung hilangnya nyawa orang, tidaklah dibenarkan di negara hukum termasuk di Kota Ambon,” jelasnya.
Namun begitu dia meminta, kerja kepolisian tak sampai pada titik itu saja. Tetapi dapat mengejar dan menangkap para pelaku pembakaran balai pertemuan serta puluhan rumah warga Hunuth yang tak bersalah, sehingga menyebabkan mereka kehilangan harta benda dan harus mengungsi.
“Tidak boleh berhenti disitu, pelaku penikaman. Bahwa itu memang pemicu awal. Tapi hal besar dan fakta ada puluhan warga kehilangan rumahnya, karena dibakar orang. Mereka harus dikejar dan ditangkap,” tandas politisi NasDem itu.
Menurut dia, para perusuh telah sasaran. Sebab pelaku penikaman jelas bukanlah warga Hunuth. Dan menurut warga, hal-hal seperti ini bukan pertama kali tapi sudah berulang kali. Hunuth menjadi korban dari pertikaian pihak lain.
“Bersama pa Walikota kami berada di TKP dan kemudian datangi para pengungsi, betapa kami merasakan benar keluh kesah dan jeritan mereka. Jadi korban salah sasaran,” tukasnya.
Di tempat yang sama, anggota DPRD asal PAN, Erol da Costa mengaku, dari video-video yang beredar sebetulnya sudah bisa menguatkan penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian untuk mengungkap fakta provokasi hingga pembakaran rumah-rumah warga.
“Sebagai legislator Dapil Baguala-Teluk Ambon, kami mengutuk keras kejadian tersebut, yang sampai terjadi pembakaran dan membuat warga mengungsi. Ini tidak boleh dibiarkan, para pelaku harus ditangkap,” pintanya. (NS)





