Tim Investigasi Kasus Morits Bergerak, Sekwan & Jimrod Ditemui, Kontraktor-Satpol-PP Nyusul
IMG-20250815-WA0153

AMBON,Nunusaku.id,- Setelah dibentuk kemarin, tim investigasi bentukan DPW NasDem Provinsi Maluku langsung bergerak cepat untuk menelusuri fakta kasus yang melibatkan Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela pada 26 Juli 2025 lalu di rumah dinas.

Enam (6) dari 8 anggota tim yang dipimpin Abdullah Marasabessy, itu pun lakukan pendalaman dengan bertemu Sekretaris DPRD Kota Ambon, Apries Gaspersz dan korban pemukulan yang juga pegawai sekretariat DPRD, Febri Pattipeilohy alias Jimbrod di Baileo Rakyat Belakang Soya, Jum’at (15/8).

Pendalaman oleh tim terhadap kedua sumber itu dilakukan secara terpisah selama lebih dari dua jam.

“Hari ini kita baru selesai ambil keterangan dari pa Sekwan dan pa Jimrod Sekitar dua jam lebih lah,” jelas Marasabessy didampingi anggota tim kepada awak media di DPRD.

Investigasi tak akan berhenti di Sekwan dan korban. Setelah kemarin sudah mendahului Ketua DPRD, nantinya akan disusul berikut dengan memeriksa para pihak lain semisal Satpol-PP yang berjaga saat waktu kejadian hingga kontraktor.

“Semua yang terindikasi ada di lokasi kejadian akan kita mintai keterangan. Baik Satpol-PP maupun kontraktor,” jelas wakil ketua bidang hubungan legislatif DPW NasDem Maluku itu.

Pasalnya kata dia, DPW lewat Ketwil memberi penugasan kepada tim hanya dalam waktu tiga hari bekerja, sudah harus mengumpulkan informasi dan bukti-bukti yang ditemukan untuk dirampungkan serta dilaporkan hasilnya.

“Soal hasilnya dan kapan akan diusulkan ke DPP, itu urusan Ketwil (Ketua Wilayah-red). Nanti tanya pa Ketwil,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, langkah tegas terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela telah diambil DPW NasDem Maluku.

DPW telah panggil Morits menghadap di sekretariat DPW, Kamis (14/8) sore. Jajaran DPW hadir sebagian untuk “mencecar” eks Ketua DPD NasDem Kota Ambon itu kurang lebih empat jam.

Namun masalah belum selesai, masih berlanjut. Sebab DPW sepakat bentuk tim investigasi untuk menyelidiki secara mendalam kasus tersebut.

Hal itu diakui Ketua DPW NasDem Maluku, Hamdani Laturua. Menurutnya, langkah pembentukan tim investigasi itu akan menyelidiki dugaan pemukulan staf DPRD dan keterlibatan Morits dalam pesta minuman keras.

“Sesuai undangan yang kami sampaikan, Ketua DPRD telah hadir. Kami tanyakan perihal peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu, dan seluruh anggota partai dari 29 wilayah pertanyakan kejelasan mengenai hal tersebut,” ujar Hamdani di kantor DPW, Kamis (14/8).

Dalam klarifikasinya, kata Hamdani,  Ketua DPRD Kota Ambon mengaku tidak terlibat dalam peristiwa pemukulan pegawai sekretariat DPRD maupun pesta minuman keras.

“Ketua DPRD menyampaikan bahwa beliau tidak terlibat dalam peristiwa pemukulan maupun pesta minuman keras. Bahwa saat itu situasinya hujan, dan karena rasa kebersamaan sebagai orang Ambon, mereka hanya duduk berkumpul,” ungkap Hamdani.

Namun begitu, DPW NasDem Maluku menurut Hamdani, memandang serius persoalan ini dan akan melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mencari fakta yang sebenarnya.

“Dewan wilayah akan melakukan investigasi untuk menyelidiki peristiwa tersebut. Kami tetap akan melakukan investigasi untuk memastikan kebenaran dari pernyataan tersebut,” tegasnya.

Hal itu untuk mencari kebenaran faktual dari pernyataan Morits. “Dewan wilayah sangat menghormati dan akan bentuk tim investigasi untuk melakukan penyelidikan terhadap apa yang disampaikan Ketua DPRD Ambon,” jelas Hamdani.

Hasil investigasi nanti dari sisi politik, jika ditemukan tindakan Ketua DPRD yang bertentangan dengan anggaran dasar, anggaran rumah tangga partai, DPW akui Hamdani, berkewajiban melaporkannya ke DPP agar dapat ditindaklanjuti.

“Tim investigasi akan lakukan investigasi dalam waktu tiga hari dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa tersebut, seperti yang disebutkan Ketua DPRD, termasuk ‘sekwan’ dan ‘jimrod,’ serta para pekerja di sana,” ujarnya.

Dirinya memastikan, tim investigasi akan bekerja secara profesional dan independen untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait.

Setelah proses investigasi selesai, DPW NasDem Maluku tambahnya, akan menyampaikan hasilnya kepada pimpinan pusat untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

“Setelah data-data diperoleh, tim akan kembali ke DPW untuk rampungkan data itu dan menyampaikannya kepada pimpinan pusat. Pimpinan pusat akan panggil Ketua DPRD untuk memberikan klarifikasi ulang, bahkan mungkin sampai ke Mahkamah partai,” kuncinya. (NS)

Views: 35
Facebook
WhatsApp
Email