
AMBON,Nunusaku.id,- Halaman belakang kantor Gubernur Maluku tak seperti biasanya sejak Kamis (14/8) kemarin. Bukan sekedar area parkiran kendaraan pimpinan dan para ASN.
Namun suasana semarak penuh jajaran abdi negara larut penuh semangat dan kebersamaan terjadi disitu. Sebab ada beragam lomba digelar memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI dan HUT Provinsi Maluku ke-80.
Yaitu lomba masak ikan kuah kuning dan makan papeda. Dua lomba yang jadi ciri khas Maluku ini dihadiri langsung Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Ketua Tim Penggerak PKK Maluku, Ny Maya Baby Lewerissa.
Kehadiran keduanya disambut antusias oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan peserta lomba. Apalagi tak sekedar hadir, namun orang nomor satu di Maluku itu juga aktif berinteraksi dengan para peserta.
Dengan ramah, ia mendatangi setiap meja, memberikan motivasi, dan bahkan mencicipi masakan yang dibuat para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf.

Suasana makin meriah dan penuh keakraban, serta melipatgandakan semangat para peserta dalam mengolah ikan kuah kuning dan menyantap papeda berkat kehadiran Gubernur.
Lomba ini menjadi ajang penting untuk mempererat tali silaturahmi antar pegawai, sekaligus menyatukan sang pemimpin dengan para pegawai tanpa ada sekat.
Sebab lima tahun terakhir di era kepemimpinan sebelumnya, suasana semarak sambut Kemerdekaan Indonesia dan hari jadi Provinsi Maluku itu tak terasa.
Sebagai juri dalam kedua lomba tersebut, staf ahli PKK Hj. Rohani Vanath dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Maluku, Nita Sadali Ie. Keduanya menilai cita rasa, kebersihan, dan kekompakan tim.
Lomba ini diharapkan dapat terus melestarikan kekayaan kuliner Maluku, khususnya ikan kuah kuning dan papeda, yang merupakan identitas daerah.
Sehari sebelumnya, Kamis (14/8/25), rangkaian perayaan HUT telah dimulai dengan berbagai lomba seru yang diikuti ASN, seperti Kepiting Berjemaah, Estafet Karton, Estafet Bola, dan Pattimura Idol.
Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan semangat nasionalisme di kalangan pegawai Pemerintah Provinsi Maluku. (NS)





