Gubernur HL: Pembangunan Dimulai dari Peluh Rakyat, Kerja Gotong Royong & Keyakinan
IMG-20250804-WA0069

AMBON,Nunusaku.id,- Maluku adalah provinsi kepulauan. Keberadaan infrastruktur seperti dermaga yang sangat prima sangat penting, karena dermaga bukan hanya tempat bersandar kapal tetapi juga gerbang perekonomian, penghubung antar pulau, dan fasilitas vital bagi mobilitas masyarakat.

Pembangunan sektor maritim tentu bukan sekadar proyek teknis, tetapi program lain seperti padat karya menyentuh langsung ke kehidupan masyarakat kepulauan.

Padat karya bukan soal perawatan infrastruktur, melainkan sebuh pendekatan pembangunan yang humanis, mengikutsertakan warga dalam proses, dan memberdayakan mereka secara ekonomi dan sosial.

Kegiatan ini menyimpan manfaat ganda yang signifikan seperti halnya menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan kerja langsung bagi warga, meningkatkan kualitas infrastruktur maritim.

Dengan begitu dapat menunjang kelancaran pelayaran dan navigasi serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan sebagai bentuk sinergi membangun Maluku dari laut.

Ratusan orang turut mengambil bagian dalam program padat karya yang merupakan program gagasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Program ini mendapat dukungan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, ditandai dengan kehadiran Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Maluku, Kasrul Selang mewakili Gubernur Hendrik Lewerissa sekaligus serahkan alat kebersihan kepada masyarakat di Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon, Senin (4/8).

“Selamat bekerja bagi para peserta. Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab. Paling penting jaga keselamatan dan kesehatan selama bekerja, arena saat ini kita sedang membangun sesuatu yang lebih penting dari sekadar dermaga, karena yang kita lakukan saat ini adalah merawat harapan rakyat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon, Jece Julita Pieris mengaku, kegiatan padat karya menjadi komitmen Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengurangi pengangguran dan membantu masyarakat miskin memperoleh pekerjaan dan penghasilan,” jelasnya.

Kegiatan padat karya berlangsung selama sehari dengan melibatkan 100 tenaga kerja meliputi warga Kelurahan Waihaong, Kelurahan Silale, warga RT.001/RW.002 Kelurahan Waihoka, dan warga RT.003/RW.004 Dusun Waimahu Negeri Latuhalat.

Adapun kegiatan padat karya meliputi; pemeliharaan dermaga pelabuhan Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon, pemeliharaan gedung sekolah PAUD atau TK Al Gufron Binaan Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon, pemeliharaan lokasi Kantor Stasiun Radio Pantai (KSROP) Karang Panjang, dan pemeliharaan lokasi Menara Suar Tanjung Nusaniwe.

Program padat karya membuktikan bahwa pemerintah hadir bukan sebagai regulator, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam menumbuhkan harapan dan ekonomi rakyat.

Dengan semangat padat karya, Pemprov Maluku khususnya Gubernur Hendrik Lewerissa (HL) dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath (AV) terus menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari gedung-gedung besar atau teknologi canggih.

Terkadang pembangunan dimulai dari peluh rakyat, dari kerja gotong royong, dan dari keyakinan bahwa laut bukanlah batas, tetapi jalan pulang menuju kesejahteraan. (NS)

Views: 20
Facebook
WhatsApp
Email