Ketua DPRD Ambon Bantah Dugaan Pesta Miras Berujung Pemukulan Terjadi di Rujabnya
204809_3854_ilustrasibynet20230108204809

AMBON,Nunusaku.id,- Pesta Minuman Keras (Miras) di Rumah Jabatan (Rumjab) milik salah satu pejabat di Kota Ambon kembali terjadi.

Adalah Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela, diduga menggunakan rumah jabatannya (Rujab) di kawasan Karang Panjang, sebagai tempat mabuk.

Bahkan, akibat pengaruh alkohol dari miras jenis sopi yang diduga dikonsumsi di Rujabnya, salah satu pegawai DPRD Kota Ambon dikabarkan dihajar hingga mengalami luka tujuh jahitan di bagian wajah.

Sumber media ini di DPRD Kota Ambon, Jumat (1/8/25) mengaku, dugaan pesta Miras hingga adanya insiden pemukulan tersebut terjadi Sabtu 26 Juli 2025 pekan lalu.

“Hari Sabtu (26/7) ada kumpul- kumpul di rumah jabatan Ketua DPRD Ambon sambil mabuk-mabukan. Lalu mereka pukul salah satu pegawai Kantor DPRD namanya Febry alias Jimbrod,” terang sumber yang enggan namanya dipublish ini.

Sumber ini pun menjelaskan, saat pesta Miras tersebut Ketua DPRD Kota Ambon juga ikut mabuk. “Ini tindakan tidak terpuji. Jangankan sampai ada insiden pemukulan, pesta miras di Rumjab saja sudah pelanggaran berat,” ujarnya.

Lebih lanjut sumber ini menjelaskan, insiden pemukulan terhadap Jimbrod tersebut diduga dilakukan oleh mereka yang sedang melakukan pesta Miras di Rujab Ketua DPRD.

“Jimbrod ini pendamping Komisi III, dia dipanggil lalu disuruh beli sopi, bahkan sampai tiga kali pulang pergi beli sopi, lalu dihajar. Kejadiannya itu kurang lebih pukul 17.30 WIT Sabtu pekan lalu,” bebernya.

Heningnya kabar tersebut diketahui lantaran Jimbrod diduga telah ditekan untuk tidak membocorkan kejadian di rumah jabatan kepada siapapun.

“Pukul sampai kasihan alami luka tujuh jahitan di wajah. Dan dia ini sudah ditekan agar tidak buka suara makanya diam, dan tidak berani ungkap apa yang terjadi,” paparnya.

Sumber ini pun menambahkan, Jimbrod saat dihajar langsung tidak ingat apapun kejadian tersebut. “Katanya sih begitu. Bahkan saat ia terbangun sudah tidak berada di lokasi Rumjab lagi, tapi dipindahkan di kompleks pondok Patty (Karpan),” tandasnya.

Terkait tudingan tersebut, Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela yang dikonfirmasi media guna kepentingan perimbangan pemberitaan membantah hal tersebut.

“Gak ada peristiwa itu disitu. Itu (pemukulan-red) memang dialami salah satu staf, tapi saat kita tanya juga dia gak mau jawab terjadi dimana. Dan sekarang dia sudah tertangani dan dalam perawatan,” kata Mourits di kantor DPRD, Jum’at (1/8).

Yang jelas akuinya, tidak ada pesta miras apalagi sampai insiden pemukulan di rumah jabatan miliknya. “Masa ada seperti itu, saya punya keluarga juga ada disitu, ini masalah nama baik jadi tidak mungkin pesta miras di Rumah Jabatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, insiden yang dialami stafnya itu tidak diketahui pasti apa penyebabnya, entah itu Lakalantas atau pemukulan dimana. Korban sendiri menurut Mourits tidak mau ceritakan yang sebenarnya.

“Teman-teman di komisi juga menyesal kenapa dia tidak mau kasih tahu, akibatnya orang bertanya-tanya dan membuat itu menjadi preseden buruk orang terhadap kita,” paparnya.

“Intinya tidak ada pesta miras di Rumah Jabatan. Saya punya keluarga ada tinggal disitu. Makanya saya luruskan kalau pesta miras disitu maka anak perempuan saya dimana tempatnya, isteri saya dimana tempatnya,” kunci politisi NasDem itu. (NS)

Views: 61
Facebook
WhatsApp
Email