
AMBON,Nunusaku.id,- Senator dapil Provinsi Maluku, Bisri As Shidiq atau Boy Latuconsina menyebut, isu keamanan siber sebagai hal yang mendesak. Hal ini penting mengingat fenomena kebocoran data yang semakin masif di dunia digital.
“Banyak kasus kebocoran data, baik milik masyarakat maupun pejabat, yang tersebar dan diperjualbelikan secara daring. Ini persoalan serius,” tandas Boy saat bertemu Kapolda Maluku Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan yang didampingi Wakapolda dan PJU di ruang kerja Kapolda, Rabu (23/7/25).
Karena itu, ia mendorong agar seluruh pemangku kepentingan di Maluku dapat menjalin koordinasi dengan Tim Siber Polda Maluku yang berada di bawah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).
Mengingat kualitas dan kapasitas tim tersebut dinilai mumpuni dalam menangani isu digital dan kejahatan dunia maya.
“Saya harap pemerintah daerah dan instansi di Maluku jangan ragu untuk berkoordinasi dengan Tim Cyber Polda Maluku,” imbuh Ketua Pemuda Pancasila Maluku itu.
Lebih lanjut, Senator Boy tak lupa menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kerja keras jajaran Polda Maluku yang dinilai mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Maluku secara optimal.
Meski dengan segala keterbatasan sumber daya, dia menyebut, kinerja profesional dan humanis Polda Maluku menjadi contoh sinergi efektif antara aparat penegak hukum dan masyarakat dalam mewujudkan kedamaian di daerah.
“Apresiasi bahwa dengan segala keterbatasan, Polda Maluku tetap dapat menunjukan kinerja terbaik. Keamanan di daerah ini tidak terlepas dari kontribusi aktif seluruh jajaran kepolisian,” jelasnya.
Selain itu, Senator Boy juga melaporkan bahwa dirinya saat ini tergabung dalam tim perumus RUU terkait masyarakat hukum adat yang tengah dikaji DPD RI.
Ia menekankan pentingnya membangun perspektif holistik mengenai peran masyarakat adat, tidak hanya dalam kerangka pemenuhan hak-hak mereka, namun juga kewajiban dan kesiapan mereka dalam menyambut program pemerintah dan investasi di daerah.
“Saya sedang mengonsolidasikan akademisi dan Majelis Latupati untuk membangun kesepahaman. Masyarakat hukum adat tidak boleh hanya bicara soal hak, tetapi juga tentang kewajiban dalam konteks pembangunan,” jelasnya.

Kapolda Maluku Irjen Eddy Sumitro Tambunan menyambut baik masukan serta diskusi konstruktif dengan Senator Boy.
Irjen Eddy pun menggarisbawahi bahwa keberhasilan menjaga keamanan Maluku merupakan hasil dari kerjasama yang harmonis antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen sipil.
“Saya selalu sampaikan kepada anggota, ‘berbuat baik dan bekerjalah dengan baik’. Tugas polisi itu dilematik. Di satu sisi kami ini pelayan masyarakat, disisi lain kami adalah penegak hukum. Tapi kami harus bisa menjalankan keduanya dengan profesional, transparan, dan berkeadilan,” tegas Kapolda.
Menyoal kebocoran data, Kapolda memastikan potensi ancaman di wilayah Maluku relatif kecil, namun tetap harus diantisipasi.
“Kami memiliki tim cyber yang solid dibawah Ditreskrimsus. Kami terbuka untuk bersinergi dengan siapa pun, terutama dalam isu-isu strategis seperti keamanan digital,” kunci Jenderal Bintang Dua itu. (NS)





