Disoroti Warga Soal Kantor Tutup, Lurah Ahusen Akui Salah
oppo_2

AMBON,Nunusaku.id,- Pelayanan publik kepada masyarakat harusnya jadi faktor utama pemerintah, termasuk di level paling bawah sekalipun, termasuk kelurahan.

Sayangnya, masih ada keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan kelurahan. Itu yang terjadi ketika video amatir warga beredar di jagad maya.

Video berdurasi 21 detik itu diambil salah satu warga Kelurahan Ahusen Kecamatan Sirimau Kota Ambon, tatkala dirinya hendak ke kantor kelurahan untuk urusan, Rabu (23/7) pagi pukul 08.30 WIT namun ternyata kantor masih tutup. Tak ada Lurah maupun staf.

Padahal di waktu tersebut, kantor pelayanan publik pemerintah termasuk kelurahan sudah harusnya dibuka untuk melayani masyarakat tanpa alasan apapun, termasuk cuaca dan jarak tempuh staf.

“Jam setengah 9, kantor lurah kelurahan Ahusen masih tertutup rapih. Ini model ASN ?,” ucap warga dalam video tersebut yang viral di media sosial.

Di video tersebut, warga Ahusen perekam video juga bilang, dari info didapatnya, kantor kelurahan Ahusen yang dipimpin Lurah Evand Tahapary itu biasanya buka jam 10 atau 11 pagi.

“Katanya sih info, biasa (kantor Lurah Ahusen-red) buka jam-jam 10, 11,” jelasnya.

Postingan video soal kantor Lurah Ahusen tersebut di media sosial Facebook langsung “diserbu” netizen dengan beragam komentarnya.

“Makan gaji buta” sebut netizen Herberth Dadiara di postingan yang dibagikan pemilik Facebook dengan nama Rahmawaty.

Akun mas Cha N juga tak ketinggalan berkomentar. “Berarti Lurah jua blom masuk kantor,” tulisnya disertai emoticon tutup mulut.

Selain para netizen, Walikota Ambon Bodewin Wattimena juga ikut “nimbrung” setelah dicolek para pengguna Facebook.

“Siap Kaka. Lurah cari hal ini,” ujarnya diiringi emoticon senyum.

Merespons video amatir warga itu, Lurah Ahusen Evand Tahapary mengakui kesalahan, bahwa apa yang diinfokan warga lewat video tersebut benar adanya.

“Terkait informasi warga itu, pada prinsipnya beta selaku pimpinan menganggap bahwa itu kesalahan katong juga. Karena sampai jam 8.30 itu kantor kelurahan belum buka,” ungkap Evan di ruang kerjanya, Rabu (23/7).

Namun dia menegaskan, setiap hari dirinya dan staf masuk jam 8 pagi dan melayani masyarakat Ahusen untuk kebutuhan administrasi kependudukan dan lainnya.

“Mungkin ada hambatan-hambatan yang mana belakangan ini kondisi hujan, kondisi alam. Hambatan lain juga karena jarak tempuh tempat tinggal saya dan beberapa staf yang tinggal jauh dari wilayah kelurahan. Beta di Amahusu, ada di Wakal dan STAIN. Itu jadi pengaruh,” jelasnya.

Meski ada hambatan-hambatan itu, dirinya tak mau membela diri dan mengakui kesalahannya selaku Lurah dan staf.

Namun apabila ada tudingan kantor Lurah sering buka jam 11, Tahapary membantahnya.

“Itu memang kesalahan katong. Yang mana harusnya jam 8 buka kantor, tapi molor jadi jam setengah 9 sampai jam 9. Tapi kalau sampai jam 11 beta rasa seng pernah. Biasanya hanya sampe jam 9 karena cuaca,” pungkasnya. (NS)

 

Views: 34
Facebook
WhatsApp
Email