
AMBON,Nunusaku.id,- Persoalan air bersih yang sering menjadi komplain masyarakat baik langsung maupun melalui media-media sosial (Medsos) perlahan mulai teratasi berkat pelayanan dan kinerja positif yang ditunjukkan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Yapono sejak 2023-2025.
Apalagi, pembukaan jaringan sumur air bersih baru sebanyak mungkin hingga meningkatkan pendapatan menjadi target perusahaan yang dipimpin Plt Direktur Piet Saimima itu.
“Persoalan air bersih sampai saat ini sudah begitu menurun karena hampir tidak ada lagi komplain di Medsos. Paling tidak pelayanan bagi masyarakat itu minimal sudah terpenuhi,” jelas Saimima usai rapat di DPRD Kota Ambon, Kamis (10/7).
Sejauh ini sebut Saimima, pihaknya telah membangun jaringan-jaringan baru dan memperbaiki jaringan yang ada kurang lebih 7.200 meter sedari Maret hingga Juni 2025 hampir di sebagian besar di Kota Ambon.
“Jadi dari bulan Maret sampai Juni 2025 itu 7.200 meter telah kita lakukan perubahan jaringan. Memang itu sebuah kebutuhan kalau tidak masyarakat tidak bisa mendapat air bersih dengan baik,” tandasnya.
Pasalnya, banyak pipa yang sudah alami kerusakan cukup lama mulai dari 7 tahun, 10 bahkan sampai 17 tahun. Sehingga masyarakat pelanggan daerah itu karena sudah menunggu lama, mereka sebagian sudah alihkan pemanfaatan air tanah.
“Tetapi kita tetap lakukan perbaikan untuk meyakinkan mereka bahwa Perumda Tirta Yapono ini ada sebagai leading sektor di bidang air bersih untuk memberi pelayanan air bersih bagi masyarakat,” tegasnya.
Terhadap kinerja pihaknya itu, akui Saimima, Komisi II DPRD memberi apresiasi. Sebab sesuai 17 program prioritas Walikota-Wakil Walikota, pemenuhan air bersih prioritas utama dan itu target Perumda untuk diwujudkan agar semua titik yang belum tersentuh air bersih terjangkau guna menjawab kebutuhan masyarakat.
“Seperti di Halong baru kita sudah lakukan. Sekarang di Passo terminal transit ada berapa RT yang tidak pernah mendapat air bersih dari Perumda dan kalau ada juga terbatas bagi mereka dari swadaya-swadaya kita fokus. Diharapkan pekerjaan selesai tanggal 19 Juli ini dan minggu ketiga sudah bisa diresmikan pak Walikota,” urainya.
Menyoal pendapatan Perumda Tirta Yapono akui Saimima, awal sebelum dipimpinnya, hanya mencapai Rp 900 juta sampai Rp 1 Miliar. Namun sedari April 2024 sampai Juni 2025 sudah bergeser naik di angka Rp 1,5 hingga Rp 1,8 Miliar per bulan.
“Kita tidak pernah turun dari 1,5 Miliar lagi. Semoga kita tetap bisa eksis. Pendapatan ini naik karena pelayanan air bersih betul-betul sudah dirasakan dan terpenuhi kebutuhan masyarakat. Kalau tidak terpenuhi tidak mungkin kubikasinya naik,” urainya.
Trend ini tambahnya harus ditingkatkan karena dengan membangun jaringan-jaringan baru itu. Dimana targetnya segera Kudamati atas sebagian besar. Sebelumnya itu di Pensip, Wara dan Kudamati sebagian kecil diatas.
“Kita harapkan dengan membangun sumur baru lagi di Wainitu, dia akan membantu kita untuk menyuplai air bersih lagi kepada masyarakat Kudamati atas yang belum mendapatkan air bersih,” pungkasnya. (NS)





