
AMBON,Nunusaku.id,- Polda Maluku akan melaksanakan operasi kepolisian terpusat dengan sandi Patuh Lalulintas Salawaku 2025.
Sebelum digelar, Polda Maluku terlebih dulu melakukan pelatihan pra operasi yang dihelat di Aula Basudara Manise Lantai 5 Polda Maluku Kamis (10/7/25).
Pelatihan pra operasi dibuka Kepala Biro Operasi Polda Maluku Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor. Hadir Wadirlantas serta perwakilan personel Polda Maluku.
Tahun ini Operasi Patuh Salawaku mengusung tema “Tingkatkan Profesional dan Proporsional Anggota Polri yang Presisi untuk Masyarakat dalam Mewujudkan Kamseltibcarlantas yang Kondusif di Wilayah Polda Maluku”.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan melalui Karo Ops menyoroti tentang pencanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (HKLLAJ) tahun 2025.
Dimana kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Maluku masih memerlukan perhatian serius.
Hal ini ditandai dengan tingginya angka pelanggaran lalu lintas yang didominasi oleh pengendara usia produktif, termasuk pelajar yang belum memenuhi syarat berkendara.
“Masih marak penggunaan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis seperti knalpot bising, pelanggaran marka jalan, dan penggunaan helm yang tidak standar. Fakta ini menunjukkan kesadaran berlalu lintas belum sepenuhnya terbentuk,” ungkapnya.
Operasi Patuh Salawaku 2025 perlu dilaksanakan sebagai langkah konkret untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
“Operasi ini diharapkan dapat menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman dan tertib menjelang HUT Republik Indonesia ke-80,” harapnya.
Tujuan utama pelatihan pra operasi yaitu untuk menyamakan persepsi dan tata cara bertindak personel yang terlibat operasi tentang tujuan, sasaran, dan mekanisme pelaksanaan operasi; Meningkatkan kesiapan dan kemampuan personel untuk melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur.
Memperkuat koordinasi antar fungsi dan instansi terkait dalam mendukung kelancaran operasi; Mencegah pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan operasi dengan memberikan pedoman yang jelas dalam menghadapi berbagai situasi dengan cepat dan tepat.
“Kepada peserta pelatihan, saya juga ingatkan beberapa hal penting yaitu pahami dan kuasai tujuan serta sasaran operasi untuk pertegas mekanisme pelaksanaan tugas di lapangan; Laksanakan tugas secara profesional, proporsional, dan penuh tanggungjawab, tampilkan sikap tegas namun tetap humanis,” jelasnya.
Selain itu, penting lakukan koordinasi, komunikasi dan kerjasama antar instansi terkait baik internal maupun eksternal; gunakan sarana dan teknologi secara optimal serta dokumentasi serta pelaporan harus dilaksanakan dengan akurat, cepat, dan transparan.
“Saya harapkan kepada para instruktur pelatihan agar dapat memberikan materi dan bimbingan dengan jelas, singkat, dan mudah dipahami, serta pastikan seluruh peserta benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya,” tambahnya. (NS)





