
AMBON,Nunusaku.id,- Cuaca ekstrim baik gelombang tinggi dan angin kencang saat ini masih terjadi di wilayah perairan Provinsi Maluku.
Puncaknya, dua mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang sedang jalani program KKN-PPM di Ohoi Debut Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) harus meregang nyawa tagal ganasnya laut Kei-Maluku.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa pun mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap kondisi perubahan cuaca yang ekstrim secara tiba-tiba.
Dengan tetap senantiasa mengikuti laporan perkembangan cuaca dari pihak berkompeten yakni Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Bilamana setiap kali ada cuaca yang tidak layak untuk dilakukan perjalanan laut biasa ada warning, ada peringatan dari BMKG untuk tidak boleh melakukan pelayaran,” sebut Lewerissa di Ambon, Kamis (3/7/25).
Menurutnya, kadangkala masyarakat karena kebutuhan atau juga sengaja mengabaikan dan lainnya tetap melakukan perjalanan laut padahal sudah ada warning oleh BMKG terkait kondisi gelombang tinggi dan angin kencang di Maluku selama sepekan.
Oleh karena itu, guna mencegah terjadinya kecelakaan laut lagi kedepan, Gubernur meminta dengan sungguh kepada masyarakat di 11 Kabupaten/Kota agar perhatikan dan patuhi dengan serius himbauan BMKG.
“Mari kita patuh himbauan BMKG karena ini ilmiah. Bukan seperti dulu lalu nanaku lihat bintang, ini ilmiah. Maka kalau ada prakiraan cuaca dirilis BMKG, itu mendekati akurat. Jadi tolong diikuti,” harap orang nomor satu di Maluku itu.
Diketahui, akibat cuaca ekstrim gelombang tinggi dan angin kencang, longboat yang ditumpangi dua mahasiswa UGM, Bagus Adi Prayoga dan Septian Eka Rahmadi bersama rekan-rekannya terbalik di Perairan Pulau Wahr Ohoi Debut Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Selasa (1/7).
Keduanya pun harus meregang nyawa dan berpulang, meninggalkan kawan-kawannya yang masih terus berjuang mengabdi kepada masyarakat di Maluku Tenggara.
Sebelumnya, Gubernur mengaku dirinya bersama Wakil Gubernur dan jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) serta seluruh masyarakat Maluku turut prihatin serta ikut berbelasungkawa atas terjadinya musibah tersebut.
“Kami prihatin terjadinya musibah itu. Sangat berempati dan turut berdukacita bagi keluarga korban dan terutama almamater UGM Jogjakarta,” ungkap Lewerissa kepada awak media di Ambon, Rabu (2/7).
Dirinya berharap, pemerintah kabupaten (Pemkab) Malra dan para pihak terkait dapat memastikan pemulangan kedua jenazah yakni almarhum Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayoga berjalan lancar hingga ke kampung halaman mereka masing-masing.
“Saya berharap pemerintah Malra bersama-sama para pihak terkait untuk dapat memastikan pemulangan jenazah korban kecelakaan itu ke kampung halaman mereka masing-masing. Sekali lagi kami turut berdukacita,” pungkas Gubernur. (NS)





