
AMBON,Nunusaku.id,- Hanya karena kasih karunia Tuhan Yesus saja dan meski dibawah guyuran hujan deras, namun Gedung Gereja Anugerah dan Pastori IIIJemaat GPM Syaloom Klasis Kota Ambon (KKA) akhirnya diresmikan, Minggu 29 Juni 2025.
Peresmian dilakukan oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Elifas Maspaitella yang ditandai dengan penandatanganan prasasti gedung Gereja.
Dilanjutkan penekanan tombol sirine juga bersama Walikota Ambon Bodewin Wattimena sebagai pertanda dibukanya selubung papan nama Gereja “Anugerah”.
Kemudian pengguntingan pita dan pembukaan pintu Gereja oleh Ketua Sinode, diikuti prosesi masuknya alat-alat sakramen kudus dari gedung Gereja lama oleh pelayan khusus dan umat untuk kebaktian perdana dan Penthabisan oleh Ketua Sinode.
Gedung Gereja yang pengerjaannya memakan waktu lebih dari enam (6) tahun sejak diletakan batu alas pada 24 Februari 2019 silam itu, dirancang bangun tiga lantai, dengan menghabiskan anggaran di angka Rp 6 Miliar.
Dengan lantai dasar diperuntukkan bagi sekretariat AMGPM dan ruang pendidikan formal, lantai II untuk Pastori III yang peresmiannya di waktu yang sama oleh Ketua Sinode GPM dan Walikota, dan lantai I ruang peribadahan.
Hendrik Lewerissa (HL) mengaku, kehadirannya tak saja selaku Gubernur, tapi juga sebagai sesama saudara yang turut merasakan kebahagiaan besar atas rampung dan diresmikannya rumah ibadah Anugerah ini.
Sebuah gedung yang bukan sekedar bangunan fisik dari batu dan semen tapi akta iman dan bukti dari semangat membangun yang pantang menyerah, dari doa yang tiada henti-hentinya, serta gotong royong yang dijiwai kasih persaudaraan dan persekutuan yang saling menghidupkan.
“Untuk semua yang telah terjadi, dengan bersyukur kita boleh berkata, bila bersatu hati, bekerja dengan sungguh dan bertekun dalam doa maka Tuhan akan menyempurnakan setiap upaya kita. Seperti firman Tuhan dalam Amsal 16 ayat 3: “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan maka terlaksanalah segala rencanamu,” akui Gubernur.

Namun begitu, dia mengajak pelayan dan umat di Jemaat GPM Syaloom agar tidak cepat puas dengan berdirinya gedung gereja Anugerah. Dimana justru harus menjadikannya sebagai titik tolak untuk semakin giat beribadah, semakin tekun melayani dan semakin peduli terhadap sesama.
“Tunjukkanlah Gereja ini sebagai tempat yang hidup, karena kasih Kristus harus dinyatakan dalam sikap dan tindakan kita baik didalam maupun diluar Gereja. Keberadaan Gereja yang kuat, adalah bagian dari upaya kita untuk terus membangun Par Maluku Pung Bae, voor Maluku yang lebih rukun, damai, relegius dan bermartabat,” ujar Lewerissa.
Lebih lanjut tambah orang nomor satu di Maluku itu, Gereja bersama dengan agama-agama lainnya harus terus menjadi mitra pemerintah dalam membentuk karakter umat yang jujur, pekerja keras dan peduli terhadap kemajuan bersama.
Sementara itu, Ketua Sinode GPM Pendeta Elifas Maspaitella menyatakan, keberadaan Gedung Gereja Anugerah, Pastori, sekretariat AMGPM dan ruang SMTPI ini sebagai wujud kebaikan Tuhan bagi Jemaat Syaloom dan bentuk kehadiran para pelayan yang nyata dalam rumah kehidupan keluarga yang miskin, papah dan lemah.
“Semoga dengan hadirnya Gedung Gereja Anugerah, akan semakin memperkuat kualitas kualitas pembinaan keluarga di Jemaat Syaloom. Sebab sesungguhnya hari ini krisis keluarga sudah terjadi, besar dan sangat nyata, misalnya melalui WhatsApp, Medsos semua diungkapkan. Itu harus kita eliminir,” jelas Maspaitella.
“Tiap orang tua harus intens melakukan fungsinya di rumah masing-masing. Biasakan berdoa dan beribadah bersama anggota keluarga agar semua bisa berjalan dengan baik dalam hidup, serta semakin menguatkan spiritualitas dan moral,” pesan Ketua Sinode.
Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Anugerah, Devy Freddy Muskitta dalam laporannya menyebut, proses pembangunan sempat dihadapkan dengan pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu yang membuat pekerjaan tak dapat berjalan.
“Hanya dengan kasih sayang Tuhan Yesus serta berkat topangan doa para pelayan khusus dan umat, semua tantangan, hambatan dan kendala bisa dijalani, sehingga gedung Gereja Anugerah bisa diresmikan dan dithabiskan hari ini,” ungkap Muskitta.
“Terima kasih kepada bapak Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, bapak Walikota dan Pemerintah Kota Ambon atas bantuan serta topangannya bagi kami hingga tiba di titik ini. MPH, Sinode, MPK, para pelayan khusus dan terutama umat Tuhan serta panitia yang mensupport baik moril maupun materiil,” sambungnya.
Peresmian dan Penthabisan Gedung Gereja Anugerah diakhiri dengan peninjauan Pastori III oleh Gubernur, Ketua dan MPH Sinode, Ketua dan anggota MPK, Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa serta Walikota Ambon, sekaligus makan patita bersama umat sebagai tanda syukur. (NS)





