Respon Santai Beragam "Nyinyiran", Gubernur HL: Kami Tak Antikritik, Fokus Bekerja
IMG-20250312-WA0009-768x512

AMBON,Nunusaku.id,- Berbagai nyinyiran maupun sindiran berhembus kencang sepekan terakhir dari individu-individu maupun atasnama organisasi kepemudaan di media sosial maupun media massa terhadap kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) yang baru “seumur jagung” memimpin Maluku.

Mulai dari anggaran rumah dinas (Rumdis) Gubernur, surat Gubernur untuk penertiban Gunung Botak di Kabupaten Buru, keengganan bertemu pendemo Proyek tambang PT Batu Licin yang bertepatan kunjungan Menteri hingga pengangkatan tim ahli.

Gubernur Hendrik Lewerissa lantas menanggapi santai semua “nyinyiran”, suara sumbang dan sindiran itu.

HL, sapaan akrabnya malah mengapresiasi sebab itu bagian dari kontrol publik namun mesti tetap konstruktif.

“Terkait nyinyiran, sindiran, suara-suara sumbang di luaran publik kami mengapresiasi. Kami tidak anti kritik,” jelasnya kepada awak media usai membuka rapat koordinasi forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Santika Hotel Ambon, Selasa (24/6).

Sebab baik dirinya maupun Wagub Abdullah Vanath, bukanlah tipe pemimpin yang antikritik dan lebih memilih serta utamakan fokus bekerja untuk “Maluku pung bae”.

“Gubernur Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath kami tidak anti kritik. Silakan kritik, tapi kritik yang rasional, kritik yang konstruktif dan kritik yang juga menawarkan solusi yang juga produktif,” tegas Lewerissa.

“Saya dengan pak Abdullah Vanath fokus bekerja. Kami baru bekerja 4 bulan, beri kami kesempatan. Kami tidak memegang tongkat Musa dan bisa membalikan situasi dalam sekejap,” sambung Gubernur.

Lebih lanjut bagi orang nomor satu di Maluku itu, jangan hanya sekedar kritik sebagai instrumen untuk menyalurkan kebencian dan energy negatif yang tidak positif untuk Maluku.

“Tapi apakah kami terganggu dengan itu, tidak sama skali. Bagi kami anjing menggonggong kafila jalan terus. Tulis disitu yah, kami terus bekerja bagi kebaikan dan kemajuan Maluku,” tegas Lewerissa.

Gubernur mempersilahkan siapapun boleh kritik jika ada yang salah. Sebab selaku kepala daerah, dirinya dan Wakil Gubernur sangat terbuka terhadap kritik.

“Gubernur HL dan Wagub AV berterima kasih atas masukan dan kritik. Tapi kami berharap kritik harus faktual dan objektif berbasis data sehingga tidak terkesan tendensius, ketidaksukaan dan ada energy negatif yang tidak benar. Tawarkan kritik dan solusi. Kami bersyukur ada masukan bagi kami,” kunci Lewerissa. (NS)

Views: 274
Facebook
WhatsApp
Email