Warga Ambon Korban Longsor Keluhkan Belum Terima Bantuan Pemerintah
IMG-20250623-WA0017

AMBON,Nunusaku.id,- Pasca bencana longsor yang terjadi akibat cuaca ekstrim Sabtu (21/6/25) lalu, sejumlah warga kota Ambon terdampak mengeluhkan belum adanya bantuan dari pemerintah.

Warga di Kelurahan Benteng dan Amahausu terpaksa melakukan kerja bakti secara swadaya untuk membersihkan material longsoran, baik tanah mauoun pohon yang menutup akses dan merusak rumah mereka.

Salah satu korban longsor, Jendral Luis di RT 03 RW 04 Negeri Amausu, Kecamatan Nusaniwe, Ambon. Bencana ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIT, saat hujan deras mengguyur Kota Ambon, Sabtu kemarin.

Nampak tembok bagian belakang rumahnya jebol dan dipenuhi tanah. Dia mengaku, belum mendapat bantuan apapun dari pemerintah baik kota maupun Provinsi pasca peristiwa itu.

Untuk proses pemberisihan material longsor, dirinya dibantu oleh rekan-rekannya secara mandiri.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa segera berikan bantuan perlengkapan. Sebab material longsor cukup banyak dan tembok yang jebol perlu segera diperbaiki agar tidak membahayakan,” harapnya.

Korban lainnya adalah warga di RT 06/RW 07 Gunung Nona Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Disini kondisinya sungguh memprihatinkan, dan, hingga Senin (23/6) ini, belum ada bantuan apapun dari pemerintah daerah. Material longsor berupa tanah dan pohon menutup rumah warga.

“Belum ada bantuan sama sekali dari Pemerintah. Pastor Paroki Santa Maria Bintang Laut Benteng Ambon, RD Amandus Oratmangun, perintahkan umat rukun Santo Petrus stasi Santo Patrisius Gunung Nona Ambon untuk pembersihan dua rumpun bambu besar yang tindis rumah keluarga Sukirno Maleouw,” ujar salah satu warga, yang juga Ketua Rukun Santo Petrus Stasi Santo Patrisius Gunung Nona Ambon, Emy Belson, Senin (23/6).

Dia mengaku, sangat sulit jika dibersihkan tanpa bantuan mesin atau sejenisnya. Mengingat matetial longsornya cukup banyak.

“Kami harap BPBD bisa bantu alat seperti mesin potong atau parang agar langkah darurat bisa segera dilakukan,” pungkas Emy. (NS)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email