
AMBON,Nunusaku.id,- Cuaca ekstrim yang melanda Kota Ambon kemarin, Sabtu 21 Juni 2025 membawa bencana longsor, banjir dan pohon tumbang di puluhan titik.
Satu orang warga kota pun harus menjadi korban meninggal dunia lantaran tertindih longsor. Satu warga lainnya sedang di rawat di rumah sakit.
Pemerintah Provinsi Maluku maupun kota tak tinggal diam menyikapi persoalan bencana itu. Selain mengerahkan bantuan sosial tanggap darurat dan aparatur pendukung ke lapangan, dua pemimpinnya pun turun ke lapangan.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Walikota Ambon Bodewin Wattimena gerak cepat turun memantau lokasi-lokasi bencana yang paling parah terdampak longsor, Minggu (22/6).
Salah satu titik krusial kunjungan Gubernur dan Walikota ialah longsoran di jalan utama Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) ke Naku-Kilang yang bahkan menutupi seluruh akses jalan.
Lalu lintas kendaraan roda empat dan roda dua dari dan ke pusat kota melalui Negeri Kilang dan Naku pun lumpuh total. Sebab terjadi pula patahan jalan terjadi di titik yang sama.
Gubernur menyebut, dengan kondisi seperti ini, praktis akses masyarakat di Kecamatan Leitisel, kecuali Hatalai dan Tuni tidak bisa beraktivitas ke Kota Ambon melalui jalur tersebut.
“Kami tinjau langsung, karena kita tahu beberapa hari terakhir ini curah hujan di Ambon sangat tinggi. Bencana memang pasti terjadi kapan dan dimana saja yang tidak bisa kita hindari. Yang harus dilakukan pemerintah adalah bagaimana memitigasi dampak bencana sehingga tidak merugikan atau membebani masyarakat,” jelasnya.
Terkait itu menurut Gubernur, bersama Walikota Ambon keduanya akan membahas secara kolaboratif. Tujuannya, dalam waktu secepat mungkin harus ada solusi untuk memitigasi dampak dari bencana sehingga bisa meringankan beban masyarakat.
“Mohon doa dan dukungan masyarakat semoga masyarakat di Leitimur Selatan bisa tangguh menghadapi situasi bencana ini, untuk sementara. Kami sudah hadir dan melihat langsung kondisinya. Yang kemudian memastikan pemerintah tidak tutup mata, kita berkolaborasi,” pintanya.
Walau patahan jalan tersebut masuk status jalan kota namun menurut Gubernur, pihaknya akan mensuport Pemerintah Kota Ambon. “Dalam batas-batas kewenangan dan dimungkinkan regulasi yang ada, serta kondisi keuangan daerah yang tidak ada alasan untuk tidak membantu,” tegasnya.
Sementara, Walikota Ambon Bodewin Wattimena bersyukur atas kepedulian Gubernur yang turun bersama melihat titik longsoran dan patahan jalan di Leitimur Selatan. Ini menjadi semangat dan spirit bagi Pemerintah Kota.
“Terima kasih pa Gubernur. Semoga dengan hadirnya kita, paling tidak kita bisa bersama melakukan langkah-langkah cepat untuk memperbaiki dampak bencana di kota Ambon,” sebut Bodewin.
Sembari pemerintah kota dan provinsi melakukan upaya mitigasi bencana, Bodewin mengajak tetap mengajak masyarakat di Leitisel agar sementara tidak melalui akses jalan tersebut, juga di kawasan antara Hukurila-Ema dan berktifitas sebagaimana biasanya.
Selain di kawasan itu, dalam perjalanan tinjauannya, Gubernur sempat berhenti di beberapa titik seperti longsoran di batas jalan Hatalai-Soya untuk melihat dan berbincang dengan masyarakat yang sedang bekerja membersihkan material longsoran.
Orang nomor satu di Maluku tak sungkan merogok kantong pribadinya untuk memberi sekedar uang ngopi dan rokok untuk perlancar kerja masyarakat. Hal yang sama pun dilakukan sebelumnya di kawasan patahan jalan.
Titik berikut dan terakhir yang dikunjungi Gubernur dan Walikota ada di jembatan Satu Rupiah Negeri Hative Kecil. Keduanya, melihat kondisi jembatan dan situasi Gereja serta pemukiman warga yang terendam banjir akibat cuaca ekstrim kemarin.
Disana, Gubernur menyerahkan bantuan sosial (Bansos) pemerintah kepada masyarakat setempat yang terdampak longsor dan banjir melalui Raja Hative Kecil Josias Muriany.
Selain itu, keduanya juga berkesempatan melihat langsung kondisi keluarga Iwan Lamuita di RT 001/RW 006 yang tertimpa pohon tumbang dan longsoran. Iwan bersama empat anggota keluarganya kini ungsikan diri di tetangga terdekat yang aman.
Untuk meringankan beban keluarga lewati masa sulit akibat bencana, Gubernur HL memberi bantuan uang tunai dari kantong pribadinya.
Dia juga meminta BPBD dan Dinsos Provinsi bekerjasama dengan kota untuk mendirikan tenda darurat bagi keluarga di lokasi yang aman agar bisa ditinggali Iwan dan keluarga sementara waktu.
“Terimakasih pa Gubernur dan pa Walikota sudah datang liat katong masyarakat. Juga su kasi bantuan par beta dan keluarga. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa saja yang balas berlimpah untuk pa Gubernur dan keluarga, serta diberkahi selama memimpin Maluku,” tandas Iwan, korban longsor penuh haru.
Bagi Gubernur, bantuan yang diberikan tentu tidak seberapa. Sebab yang terpenting kepedulian dan perhatian kepada mereka dari pemerintah dengan turun langsung dan lakukan langkah-langkah dan solusi agar bisa lewati masa sulit ini yang jauh lebih utama.
Mengunci kunjungan bencana itu, Gubernur berpesan kepada Walikota agar ketat dalam mengeluarkan IMB terutama bagi masyarakat yang memilih tinggal di bantaran sungai dan lereng gunung yang rawan longsor.
“Saya berharap pa Walikota, kita sama-sama lihat ini. Walau memang kondisi Kota Ambon dari dulunya sudah seperti ini. Tapi setidaknya harus diperketat dan awasi benar, karena ini demi kebaikan bersama, baik masyarakat maupun pemerintah,” harap Gubernur. (NS)





