Operasi Simpatik Salawaku 2025 Digelar Waktu Dekat di Maluku
IMG-20250611-WA0011

AMBON,Nunusaku.id,- Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas, Polda Maluku dalam waktu dekat akan melaksanakan Operasi Simpatik Salawaku tahun 2025.

Guna mensukseskan operasi kepolisian terpusat tersebut, terlebih dulu dilakukan pelatihan pra Operasi Simpatik bagi personil di aula Basudara Manise Lantai 5 Mapolda Maluku, Rabu (11/6/2025).

Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor menegaskan, Operasi Simpatik Salawaku merupakan bagian dari upaya Polri untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Operasi ini akunya, dilaksanakan dengan mengedepankan langkah-langkah yang bersifat humanis, komunikatif, edukatif untuk mengurangi potensi pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

“Pelatihan pra operasi simpatik dilakukan untuk mempersiapkan personil dalam mendukung terciptanya Kamseltibcarlantas yang berkesinambungan,” kata Ronald.

Berdasarkan data dari IRSMS (Integrated Road Safety Management System) Korlantas Polri, sepanjang tahun 2025 tercatat 459 kasus kecelakaan lalu lintas di Maluku. Korban meninggal dunia mencapai 120 jiwa dan luka berat 207 orang.

Angka ini menunjukkan permasalahan lalu lintas menjadi tantangan serius yang terdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat. “Sebagian besar korban adalah kelompok usia produktif,” ungkapnya.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian secara individu dan keluarga, tetapi juga berdampak besar terhadap aspek sosial dan ekonomi bangsa.

“Karena itu operasi simpatik penting untuk mendorong perubahan perilaku pengguna jalan agar lebih taat tertib dan saling menghormati,” tegasnya.

Kepada peserta, Ronald tekankan beberapa hal penting, seperti pahami dan kuasai tujuan serta sasaran operasi untuk mempertegas mekanisme pelaksanaan tugas di lapangan.

Laksanakan tugas secara profesional, proporsional dan penuh tanggungjawab. Tampilkan sikap tegas namun tetap humanis, serta lakukan koordinasi yang baik antar fungsi dan instansi terkait.

Kemudian bangun komunikasi dan kerjasama yang solid baik internal maupun eksternal, serta gunakan sarana dan teknologi secara optimal. Dokumentasi serta pelaporan harus dilaksanakan dengan akurat cepat dan transparan.

“Kepada para instruktur pelatihan, saya harap agar dapat memberi materi dan bimbingan dengan jelas, singkat dan mudah dipahami serta pastikan seluruh peserta benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya,” pintanya.

Demikian pula kepada peserta, Ronald berharap agar mengikuti arahan, bimbingan dan petunjuk dari para instruktur serta laksanakan dengan sungguh-sungguh agar dapat menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas nanti. (NS)

Views: 6
Facebook
WhatsApp
Email