
AMBON,Nunusaku.id,- Pj Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Robby Sapulette mengaku, berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 920 unit ruang dagang telah disiapkan di Pasar Mardika baru, dengan jumlah pedagang terdampak sekitar 650 orang.
Namun, baru sekitar 260 pedagang yang kembali untuk melakukan pengundian tempat. Artinya, kurang lebih 390 pedagang masih diluar dengan berjualan bukan pada tempatnya dan belum ambil undian.
“Masih banyak ruang kosong. Jadi, tidak ada alasan untuk berdagang di pinggir jalan. Tempatnya ada, tinggal kemauan para pedagang untuk masuk,” tandas Sapulette di Balaikota Ambon, Jum’at (23/5/25).
Dia menegaskan, aktivitas berdagang di trotoar dan badan jalan bertentangan dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Karena itu pihaknya telah berkoordinasi dengan provinsi untuk mempercepat penempatan pedagang ke lokasi yang telah disediakan.
“Penertiban besar-besaran dimulai Senin mendatang. Pemkot akan bekerja sama dengan Satpol PP dan instansi terkait untuk memastikan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar gedung pasar baru,” tegasnya.
Sebelumnya, Walikota Ambon Bodewin Wattimena menyatakan, jika diperlukan, Pemerintah Kota (Pemkot) siap melakukan intervensi langsung ke dalam pasar.
“Ini demi penataan kota yang lebih baik. Jangan sampai pedagang yang sudah masuk ke dalam merasa tidak adil karena masih ada yang dibiarkan berjualan diluar,” jelasnya.
Pemkot Ambon akuinya, berharap seluruh elemen masyarakat mendukung langkah tegas ini demi menciptakan ketertiban dan kenyamanan di pusat perdagangan kota.
“Semua pihak, termasuk pengelola pasar dan Pemerintah Provinsi, diharapkan bekerja sama agar penataan pasar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya. (NS)





