Hari Pattimura ke-208, Upulatu Maluku Pesankan Tiga Hal Penting ke Pattimura Muda
IMG-20250515-WA0027

AMBON,Nunusaku.id,- Peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-208 tahun, turut dimaknai secara sungguh-sungguh oleh Gubernur yang juga Upulatu Maluku, Hendrik Lewerissa.

Karena itu Upulatu menitipkan tiga (3) pesan penting kepada Pattimura-Pattimura Muda di Saparua, Lease khususnya dan Maluku pada umumnya.

“Mari kita rayakan hari Pattimura ke-208 tahun dengan mengingat tiga pesan penting yang ingin saya titipkan kepada Pattimura-Pattimura muda di Saparua, Lease dan dimana saja berada,” tandas Upulatu Maluku saat memimpin upacara peringatan hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-208 tahun di Lapangan Merdeka Saparua, Kamis (15/5/25).

Tiga pesan itu yakni pertama; rawatlah sejarah dan jaga jati diri. Jangan sampai anak cucu tumbuh tanpa mengenal siapa Pattimura dan semangat perjuangannya.

“Jika Pattimura berani melawan penjajah untuk kemerdekaan, maka kita harus berani melawan kemalasan, perpecahan dan ketidakadilan demi kemajuan bersama,” tandas Lewerissa.

Kedua; perkuat persaudaraan sejati. Jangan biarkan perbedaan meretakkan hubungan antar orang basudara.

“Pattimura mengajarkan kita bahwa kekuatan terbesar Maluku adalah persatuan dan kebersamaan. Tanah ini pernah disiram darah pejuang. Maka jangan kita nodai dengan kebencian, perpecahan dan penghianatan terhadap nilai persaudaraan,” ingatnya.

Ketiga; bergerak bersama untuk kemajuan Maluku. Pemerintah, Gereja, Masjid, masyarakat, sekolah, organisasi perempuan, organisasi pemuda, pengusaha, lembaga adat dan lembaga sosial semua harus bersatu dalam kerja nyata.

“Itulah yang diinginkan Thomas Matulessy, Sang Kapitan Pattimura sebagai bukti komitmen kita melanjutkan perjuangannya “Par Maluku Pung Bae”,” tegas orang nomor satu di Maluku itu.

Lebih lanjut ditegaskan Lewerissa, Pemerintah provinsi Maluku dengan Sapta Cita LAWAMENA terus membenahi tata kelola pemerintahan, mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas layanan pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ketahanan sosial budaya sebagai masyarakat kepulauan.

Semua ini tambahnya, dikerjakan dalam semangat kolaborasi, partisipasi dan keadilan. Namun itu tidak akan berarti tanpa partisipasi aktif masyarakat dan semua elemen.

“Maka mari kita menjadi Pattimura-Pattimura di bidang kita masing-masing. Guru yang mengabdi dengan tulus, petani dan nelayan yang mengelola tanah dan hasil laut dengan bijak, ASN yang melayani rakyat dengan hati, aparat negara yang bertindak berdasarkan kebenaran dan keadilan, anak muda yang kreatif, inovatif, cinta damai dan berpikiran maju,” pungkasnya. (NS)

 

Views: 22
Facebook
WhatsApp
Email