
AMBON,Nunusaku.id,- Tepat di momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Jum’at 2 Mei 2025 hari ini, Gubernur Hendrik Lewerissa melakukan dua terobosan sekaligus untuk menekan inflasi di Maluku.
Pertama, mencanangkan Gerakan Sekolah Menanam (GSM) di SMK Negeri Pertanian Pembangunan Passo serta menyerahkan secara simbolis 1.000 anakan cabai kepada 10 perwakilan SMA/SMK melalui para kepala sekolah (Kepsek) saat upacara di Lapangan Merdeka Ambon.
Ke-10 sekolah tersebut adalah SMAN 3 Ambon, SMAN 4 Ambon, SMAN 6 Ambon, SMAN 8 Ambon, SMAN 22 Maluku Tegah, SMK Negeri 2 Ambon, SMK Negeri 5 Maluku Tengah, SMA Siwalima Ambon, SMA Kartika XIII-I Ambon dan SMA Kristen YPKPM Ambon.
Selain menyerahkan ke sekolah-sekolah, Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Abdullah Vanath juga membagikan anakan Cabai ke sopir angkot, tukang becak, tukang ojek hingga masyarakat umum yang melintas di kawasan depan lapangan merdeka dan gong perdamaian.
Gubernur mengaku, pencanangan gerakan sekolah menanam dengan anakan Cabai menjadi penting dilakukan karenak cabai adalah salah satu komoditi yang memicu tingginya inflasi.
Disisi lain, di Maluku banyak lahan produktif yang tidak dimanfaatkan. Jadi lewat sekolah pertanian yang dibawah asuhan pemerintah provinsi ini diharapkan bisa menjadi contoh, agar yang punya halaman seperti begini bisa menanam cabai.
Atau kalau tidak punya lahan yang luas, bisa di tanam pada pot-pot bunga. Hal ini dilakukan agar penanaman bisa dilakukan lebih produktif.

“Semoga dengan gerakan menanam ini, bisa menumbuhkan kesadaran siswa bahwa lahan produktif bisa digunakan untuk aktivitas penanaman,” tandas Lewerissa.
Pasalnya cabai adalah komoditas yang mudah, dengan usia tanam yang pendek, sementara harga cukup bagus.
“Jadi mari tanam cabai. Pemerintah juga sangat mendukung gerakan ini,” ungkap Gubernur.
Ia berharap sekolah-sekolah terutama SMA/SMK maupun SLB yang berada dibawah naungan Pemerintah Provinsi Maluku, agar bisa ditindaklanjuti gerakan ini. Nantinya melalui dinas terkait akan monitoring progresnya.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan gerakan yang sama di sekolah-sekolah, yang berada di kewenangan pemerintah Kabupaten/Kota. Semoga ini menjadi satu gerakan yang berlaku umum di Maluku,” pinta Lewerissa. (NS)





