
AMBON,Nunusaku.id,- Maluku adalah provinsi kepulauan yang mana persoalan konektivitas dan aksesibilitas adalah salah satu yang sangat prioritas.
“Sebagai provinsi kepulauan, distribusi barang dan manusia, memiliki tantangan yang tidak mudah. Karena itu, kondisi infrastruktur yang memadai, sesuatu sangat prioritas kami saat ini,” jelas Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saat berjumpa Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono, Selasa (29/4) lalu.
Di hadapan AHY, Gubernur jelaskan, infrastruktur atau kondisi jalan nasional di Maluku, tingkat kemantapan diatas 90 persen. Sementara untuk kondisi jalan provinsi dan kabupaten/kota, tingkat kemantapan masih dibawah 60 persen.
“Artinya, kita masih berkutat dengan kondisi infrastruktur yang belum terlalu ideal. Sehingga atensi pemerintah pusat melalui pa Menko sangat diharapkan untuk persoalan dimaksud,” tandasnya.
Terkait hal itu, Gubernur berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan tiga (3) proyek strategis nasional (PSN) 2025-2029 ada di Maluku.
Yaitu pembangunan blok Abadi Masela, pengembangan bendungan Wae Apu di Kabupaten Buru dan pembangunan Ambon Integrated Port.
“Sesungguhnya Pemda usulkan PSN yang terakhir denga nama; Maluku Integrated Port/Pelabuhan Maluku Terintegrasi). Dimana imajinasi kami pemerintah Maluku adalah ingin ada satu pelabuhan yang terintegrasi untuk kepentingan pelabuhan perikanan, distribusi logistik, komoditi dan energi,” tandasnya.
Sehingga dengan adanya pelabuhan Maluku terintegrasi itu, tambah Gubernur HL, daerah pulau-pulau yang begitu banyak di Maluku bisa terjangkau dan dilayani dengan baik.
“Selama ini hasil-hasil komoditas di Maluku, biasa dilempar ke pasar nasional maupun internasional melalui Surabaya, Bali dan Bitung sebagian. Itu membuat rentan kendali panjang dan nilai tambah sangat minimalis sekali diperoleh Maluku,” tukasnya.

Selain terkait pelabuhan Maluku terintegrasi, Gubernur HL juga memaparkan dua proyek pendukung lain, yaitu Coastal Road dan Water Front City, yang dirancang untuk mengelilingi Teluk Ambon.
Menurutnya, ketiga proyek itu saling terintegrasi dan akan menjadi penggerak utama transformasi kawasan pesisir serta peningkatan konektivitas dan logistik di wilayah timur Indonesia.
“Kedua proyek ini saling terintegrasi dan mendukung pengembangan pelabuhan serta wajah baru kawasan pesisir Kota Ambon sebagai ibukota provinsi dan Maluku pada umumnya,” tandas Lewerissa.
Mendengar paparan Gubernur, Menko AHY menyatakan dukungan dan ketertarikan terhadap rencana besar tersebut, khususnya proyek Coastal Road.
Ia bahkan berencana melakukan kunjungan langsung ke Maluku untuk meninjau potensi proyek Coastal Road secara lebih mendalam.
“Saya ingin melihat langsung kawasan Coastal Road dan potensi pengembangannya di Ambon,” ujar Ketua Umum Partai Demokrat itu. (NS)





