94 Tim "Unjuk Gigi" di LGJI Amboina 2025
InShot_20250913_205119798

AMBON,Nunusaku.id,– Suasana Kota Ambon kembali semarak dengan digelarnya Lomba Gerak Jalan Indah (LGJI) Amboina 2025, Sabtu (13/9/25).

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ambon ini dihelat dalam rangka memperingati HUT ke-450 Kota Ambon sekaligus HUT Gereja Protestan Maluku (GPM).

Sebanyak 94 tim dari berbagai kategori baik anak-anak, remaja, dewasa putra, dewasa putri, hingga campuran unjuk gigi menampilkan atraksi barisan di ruas jalan utama Kota Ambon.

Pelepasan peserta pertama kategori anak-anak oleh Walikota Ambon Bodewin Wattimena didampingi Ketua PB AMGPM, Ketua PD Kota Ambon, Ketua Klasis GPM Kota Ambon dan Ketua Panitia menjadi tanda dibukanya LGJI Amboina 2025.

Walikota mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dan bergerak dalam satu barisan demi kemajuan Ambon.

Menurutnya, LGJI bukan sekadar lomba, melainkan sarana pembinaan generasi muda agar terus berinovasi, berkreasi, dan eksis dalam dinamika zaman.

“Setiap regu butuh kekompakan, butuh mendengar arahan pemimpin barisan agar rapi dan tertib. Begitu juga Kota Ambon, kita harus bergerak dalam satu arah untuk semakin maju bersama Maluku dan Indonesia,” tegasnya.

Ia juga memberi apresiasi tinggi kepada AMGPM yang konsisten selenggarakan LGJI hingga menjadi agenda olahraga, hiburan rakyat, sekaligus daya tarik pariwisata. Walikota pun berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas.

“Dalam kompetisi pasti ada yang menang dan kalah. Menang jangan berlebihan, kalah jangan putus asa. Semua harus belajar menerima hasil dengan jiwa besar,” tambahnya.

Walikota juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan, ketertiban, dan semangat persatuan.

“Mari kita buktikan Ambon sebagai kota yang bersih, tertib, indah, dan maju. Dengan bergerak bersama, kita bisa wujudkan Ambon semakin baik ke depan,” tutupnya.

Ketua AMGPM Daerah Kota Ambon, Ivana Tuhumena, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai garda perdamaian.

“Pemuda harus hadir sebagai garam dan terang dunia. Tugas menjaga perdamaian bukan hanya milik pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rudalof Pattiasina menjelaskan, selain kategori umum, panitia juga hadirkan kategori favorit yang menilai kreativitas busana berbahan daur ulang maupun kostum daerah.

“Peserta tahun ini tidak hanya dari Ambon, tetapi juga dari luar daerah dengan dukungan relawan pemuda dari Solo, Bali, dan Jawa Barat, menandakan semangat LGJI telah melampaui batas lokal,” pungkasnya. (NS)

 

Views: 17
Facebook
WhatsApp
Email