9 Sumber Air Bersih & 8 Program Pipanisasi di Maluku-Malut Diresmikan
WhatsApp-Image-2024-02-21-at-12.57.17-768x512

AMBON,Nunusaku.id,- Sembilan (9) titik sumber air bersih dari program TNI AD manunggal air di wilayah Maluku dan Maluku Utara (Malut) diresmikan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak secara simbolis terpusat di Desa Manusak Kabupaten Kupang-Nusa Tenggara Timur, Selasa (30/7).

Diantaranya terdapat 8 titik di Maluku dan 1 titik di Malut. Sedangkan program pipanisasi, di wilayah Maluku terdapat 2 titik dan di Malut ada 5 titik. Program ini mendapat dukungan positif dari Pemda dan masyarakat setempat.

Total 2.664 titik sumber air program TNI-AD Manunggal Air, rehab RTLH, sumur bor dan penerangan berbasis PLTS kerjasama TNI-PT. Pertamina yang dilaunching.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Syafrial, didampingi Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Antoninho Rangel da Silva, Dandim 1504/Ambon Kolonel Inf. Leo Octavianus Sinaga dan Raja Kaitetu mengikuti acara peresmian secara virtual di Negeri Kaitetu Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.

“Terima kasih kepada warga negeri Kaitetu. Saya berharap agar fasilitas sumber air yang sudah tersedia dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sehari-hari dan dirawat, agar masa pakai bisa bertahan lama,” harap Syafrial.

Sementara itu, KASAD Maruli berterima kasih kepada PT. Pertamina, yang telah membantu terealisasinya kegiatan ini. Dia berharap, kerjasama ini bisa lebih ditingkatkan dan berkesinambungan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dikatakan, alasan dipilihnya NTT sebagai tempat peresmian karena di NTT merupakan awal membuat titik sumber air bersih, yang kemudian dilaksanakan di seluruh Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke.

“Saat ini, di NTT terdapat 400 titik air bersih, inilah bentuk komitmen TNI-AD membantu untuk memajukan setiap daerah di Indonesia, khusus untuk masalah ketersediaan air bersih, yang mana air bersih adalah hal mendasar dalam kehidupan,” ujar Maruli.

Lebih lanjut Kasad mengaku, program TNI-AD Manunggal Air ini akan terus berlanjut di seluruh Indonesia.

Selain itu, masalah ketahanan pangan perlu kerjasama seluruh pihak, bukan hanya oleh TNI saja, sehingga kedepan Indonesia tidak perlu lagi mengimpor kebutuhan pangan.

“Kalau kita bisa bekerja sama, baik itu TNI dengan semua pihak, saya yakin kesejahteraan masyarakat di setiap daerah bisa sama dan setara,” jelas Jenderal Bintang Empat itu.

Kepada para Pangdam, KASAD berharap untuk meningkatkan kerjasama dan sinergitas bukan hanya dengan pemerintah, namun juga dengan pihak swasta atau BUMN. (NS)

 

Views: 3
Facebook
WhatsApp
Email