891 Personil & PNS Polri di Maluku Naik Pangkat
pangkat

AMBON,Nunusaku.id,- Sebanyak 891 personel di lingkungan Polda Maluku memperoleh kenaikan pangkat pada periode 30 Juni 2026 atau menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Mereka terdiri dari 870 personel Polri dan 21 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 344 personel berasal dari satuan kerja Mapolda Maluku dan 547 personel berasal dari Polres dan Polresta jajaran.

Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan, kenaikan pangkat bukanlah hak istimewa yang diterima secara otomatis setiap anggota Polri, melainkan bentuk penghargaan institusi yang harus dibayar dengan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Pesan itu disampaikannya saat memimpin upacara laporan kenaikan pangkat personel Polri periode 1 Juli 2026 serta PNS Polri periode 1 Februari, 1 April, dan 1 Juli 2026 yang berlangsung di Lapangan Parkir Belakang Mapolda Maluku, Selasa (30/6/26).

“Momentum kenaikan pangkat ini harus dimaknai sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Menurut Dadang, Polri saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era keterbukaan informasi dan digitalisasi. Karena itu, setiap personel dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan integritas agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama institusi.

“Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas masa dinas atau perjalanan karier. Pangkat ini amanah yang diberikan negara dan institusi kepada anggota yang dinilai layak untuk memikul tanggungjawab lebih besar. Karena itu, harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas pengabdian, integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Kapolda.

Kapolda mengingatkan, keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari capaian organisasi atau keberhasilan operasional semata, tetapi juga dari kemampuan setiap personel menghadirkan rasa aman, keadilan, dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Masyarakat tidak melihat seberapa tinggi pangkat yang kita sandang. Masyarakat melihat bagaimana kita melayani, kita bersikap, dan bagaimana kita menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Karena itu, pangkat baru harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik dan semakin dekat dengan rakyat,” ujarnya.

Irjen Pol. Dadang juga menegaskan, peningkatan jenjang kepangkatan harus diiringi peningkatan kualitas moral dan etika profesi. Sebab integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Pangkat tidak boleh menjadi simbol kebanggaan semata. Pangkat harus dibayar dengan tanggungjawab, keteladanan, disiplin, dan integritas. Semakin tinggi pangkat seseorang, semakin besar pula tuntutan moral dan harapan masyarakat yang melekat pada dirinya,” katanya.

Pencapaian yang diraih ini tidak lepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga. Kapolda pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para istri, suami, orang tua, dan seluruh keluarga yang selalu mendampingi personel Polri dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dirinya mengajak seluruh personel menjadikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 sebagai refleksi untuk terus memperkuat transformasi Polri yang Presisi melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap setiap personel yang menerima kenaikan pangkat mampu menjadi teladan, menjaga nama baik institusi, dan menghadirkan pelayanan Polri yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya rakyat,” pungkasnya. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email