79 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Digarap di Maluku, Kontrak Mulai Dikebut
IMG-20260902-WA0002

AMBON,NUNUSAKU.ID,- Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Provinsi Maluku memasuki babak baru. Dari sebelumnya hanya dua lokasi, kini jumlah KNMP yang disiapkan pemerintah melonjak menjadi 79 lokasi yang tersebar di 11 kabupaten/kota.

Angka itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku, Erawan Asikin, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (1/9/26).

Namun, jumlah 79 lokasi itu belum final. Erawan menyebut, angka tersebut masih bersifat sementara dan terbuka kemungkinan bertambah.

“Di Maluku 2026 Kampung Nelayan Merah Putih ada 79. Ini angka sementara, jadi bisa bertambah lagi,” kata Erawan.

Dari total tersebut, 10 lokasi masuk kategori HAP, empat lokasi merupakan penyangga plus, sementara sisanya masuk kategori penyangga.

Seluruh lokasi tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku. Lonjakan jumlah tersebut dinilai Erawan sebagai perkembangan yang sangat signifikan, mengingat sebelumnya Maluku hanya memiliki dua KNMP.

“Kalau dibandingkan dengan sebelumnya, terjadi peningkatan yang luar biasa. Sebelumnya cuma dua,” ujarnya.

Gubernur Dorong KNMP Jadi Pengungkit Ekonomi Nelayan

Erawan menegaskan, KNMP tidak boleh berhenti sebagai proyek pembangunan fisik. Program tersebut diharapkan menjadi pemicu baru pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan Maluku.

Harapan itu pula yang menjadi perhatian Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam mendorong percepatan program KNMP.

Pemerintah Provinsi Maluku bahkan telah melakukan pertemuan dengan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan KNMP, guna memastikan pelaksanaan program dapat segera bergerak.

Menurut Erawan, percepatan menjadi penting karena waktu pelaksanaan 2026 semakin terbatas.

“Gubernur berharap ini bisa terlaksana dengan baik, mengingat waktunya semakin sempit. Karena Gubernur menaruh harapan ini menjadi salah satu penting pemicu bagi pembangunan perikanan di Maluku,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar pembangunan KNMP tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi mampu menghidupkan aktivitas ekonomi nelayan, meningkatkan produktivitas, serta membuka ruang pengembangan usaha masyarakat pesisir.

Administrasi Kontrak Mulai September, Target Rampung Tahun Ini

Untuk mengejar target tersebut, proses administrasi kontrak mulai dilakukan pada September 2026.

Erawan menegaskan, seluruh proses kontrak untuk tahun berjalan harus dapat diselesaikan agar pembangunan di masing-masing lokasi segera masuk tahap pelaksanaan.

“Bulan ini sudah mulai dengan administrasi kontrak. Tahun ini sudah harus selesai,” tandasnya.

Dengan 79 lokasi dan masih berpotensi bertambah, KNMP kini menjadi salah satu program strategis yang diharapkan mampu mengubah wajah pembangunan kawasan pesisir Maluku—dari sekadar sentra permukiman nelayan menjadi kawasan ekonomi perikanan yang lebih produktif dan terintegrasi. (NS)

Views: 8
Facebook
WhatsApp
Email