Survei Pilgub Maluku: Kemenangan HL-AV di 27 November "Menuju" Kenyataan
IMG-20241111-WA0000

AMBON,Nunusaku.id,- Dalam waktu dua pekan satu hari lagi kontestasi pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Maluku dan Bupati/Walikota serentak akan dilakukan.

Optimisme kemenangan dari calon Gubernur-Wakil Gubernur Maluku nomor urut 3, Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath sepertinya bakal menjadi kenyataan pada hari pungut hitung.

Pasalnya, lembaga survei kredibel dari Pusat Studi Demokrasi dan HAM (Pusdeham)-Surabaya menunjukkan sebanyak 66% responden yang merupakan representasi warga menginginkan pergantian Gubernur Maluku di Pilgub 2024.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pertimbangan pilihan antara lain: faktor kualitas calon sebesar 53.7%; faktor program-program yang ditawarkan 11.2%; dan faktor ketokohan 13.3%. Keunggulan itu dimiliki Paslon dengan jargon Lawamena.

Selain itu, elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur HL-AV unggul dibanding dua “kompetitornya”.

Keduanya menunjukkan tren peningkatan dibanding Murad Ismail-Michael Wattimena (MI-MW) dan Jeffry Apoly Rahawarin-Abdul Mukti Keliobas (JAR-AMK).

“Hasil surveynya, elektabilitas paslon HL-AV menggungguli dua rivalnya. HL-AV meraih suara 37,1% disusul MI-MW 35,8% dan JAR-AMK 23,5%,” tulis Pusdeham-Surabaya dalam paparan survey yang didapat media ini, Senin (11/11).

Kompetitifnya persaingan diantara HL-AV dan MI-MW tergambarkan dari hasil survei ini, namun, tidak berjarak signifikan atau selisih tipis. Sementara JAR-AMK berjarak cukup lebar dengan kedua rival politiknya.

Namun yang menarik ialah sebelumnya, hasil survei Pusat Studi Demokrasi dan HAM per Agustus 2024 menunjukkan HL-AV sempat tertinggal dari MI-MW. Elektabilitas paslon MI-MW unggul 38,3 %, disusul HL-AV 33,1 % dan JAR-AMK 21,5 %.

“Dalam waktu dua bulan kemudian sejak Agustus ke Oktober, trend survey HL-AV meningkat 4 persen, sementara MI-MW alami penurunan 3 persen begitu juga JAR-AMK turun 2 persen,” papar hasil survei Pusdeham.

Meski begitu elektabilitas Paslon bisa dipengaruhi swing voters yang dapat menentukan perolehan jumlah suara dalam Pilkada.

Swing voters merupakan pemilih yang masih gamang terhadap pilihan politiknya. Mereka adalah para pemilih rasional yang dapat berubah pilihan sesuai dengan ide atau gagasan tertentu.

“Secara agregat, swing voters pada Pilkada di Maluku terbilang besar mencapai 51.2 persen dengan undecided voters mencapai 17.5 persen,” urainya.

Undecided voters merujuk pada kelompok pemilih yang belum menentukan pilihannya. Kategori ini adalah massa yang masih mengambang atau belum bersikap untuk memilih kandidat tertentu.

Jika swing voters masih gamang, undecided voters masih belum membuat keputusan dalam pemilihan.

“Disisi lain, tingkat pengaruh uang di Pilkada Maluku mencapai 44,7% (memilih calon yang memberi uang),” beber Pusdeham Surabaya.

“Responden yang inginkan Paslon Gubernur-Wagub Maluku mengentaskan masalah pengangguran sebanyak 33.8%, masalah pembangunan infrastruktur 30.6%, persoalan subsidi dan harga sembako masing-masing di angka 7%,” tulis Pusat Studi Demokrasi dan HAM dalam kesimpulan surveinya.

Diketahui, survey yang dilakukan Pusat Studi Demokrasi dan HAM-Surabaya itu dilakukan pada 1-15 Oktober 2024 atau kurang dari dua bulan menjelang pemungutan suara Pilkada Maluku, 27 November 2024.

Populasi survei adalah warga Maluku di 11 Kabupaten/Kota yang sudah berusia 17 tahun atau lebih. Sampel survei ini sebanyak 1.200 orang diambil menggunakan metode secara acak bertahap (multistage random sampling) dengan toleransi kesalahan atau margin of error sebesar +/- 3 persen. (NS)

 

 

 

Views: 195
Facebook
WhatsApp
Email