
AMBON,Nunusaku.id,- Sebanyak 72 operasi pencarian dan pertolongan (SAR) telah dilaksanakan sepanjang 1 Januari hingga 15 Desember 2025, dengan total 200 korban dari berbagai kejadian kecelakaan dan kondisi darurat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon Muhammad Arafah katakan, kecelakaan kapal menjadi insiden yang paling banyak ditangani di wilayah kepulauan Maluku.
“Selama periode itu, kecelakaan kapal mendominasi dengan 57 kejadian,” kata Arafah saat pre-release evaluasi tugas SAR di atas KN SAR Barata 242, Selasa (16/12/25).
Sementara, kondisi membahayakan manusia tercatat sebanyak 14 kejadian dengan 28 korban, serta satu operasi SAR bencana dengan dua korban.
“Penanganan SAR khusus juga tidak ditemukan selama periode tersebut,” ungkap Arafah.
Namun begitu, dirinya bersyukur sepanjang tahun 2025 tidak terdapat kejadian kecelakaan pesawat di wilayah Maluku.
Basarnas Maluku juga menyampaikan evaluasi operasi SAR Khusus Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, dimana terjadi tiga kecelakaan laut.
Dua insiden kapal nelayan yang hilang kontak di perairan Seram Bagian Timur dan Maluku Tengah berhasil diselesaikan dengan seluruh korban selamat.
Kecelakaan speedboat di perairan Tanjung Samala, antara Pulau Manipa dan Pulau Kelang, Kabupaten Seram Bagian Barat, menyebabkan delapan orang meninggal dunia dari total 31 penumpang, sementara 23 orang selamat.
Selain itu, menghadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Basarnas juga telah menetapkan Siaga SAR Khusus Nataru yang akan berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
“Fokus siaga diarahkan pada antisipasi lonjakan pergerakan masyarakat pada 20–21 Desember, 27–28 Desember, serta arus balik 3–4 Januari 2026,” jelasnya.
Ditambahkan, sebanyak 120 personel SAR akan dikerahkan dan disiagakan di Kantor SAR Ambon serta sejumlah Pos Siaga SAR di daerah rawan, antara lain Seram Bagian Timur, Kepulauan Aru, Banda, Saumlaki, dan Tulehu, termasuk di pelabuhan dan bandara.
Basarnas juga menyiagakan KN SAR Barata di Pelabuhan Tulehu pada 20 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
“Utamakan keselamatan selama libur Nataru serta segera melaporkan kondisi darurat melalui Call Center Basarnas 115. Basarnas siap siaga 24 jam demi keselamatan masyarakat,” kata Arafah. (NS)

