
AMBON,Nunusaku.id,- Sebanyak 50 bakal calon kepala daerah (Bacalkada) se-Maluku baik Bacalon Walikota-Wakil Walikota maupun Bacalon Bupati-Wakil Bupati menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper tes di DPD Gerindra Maluku, Senin (3/6/24).
Mereka akan diuji oleh empat panelis yaitu Prof Jusuf Leiwakabessy, Rektor Universitas Darusalam (Unidar) Ambon Prof A.R Uluputty, akademisi IAIN Ambon, Dr. Abidin Wakanno dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pattimura (Unpatti) Dr. Hendrik Salmon.
Ketua DPD Gerindra Maluku Hendrik Lewerissa menyebut, kegiatan fit and proper tes Bacalkada se-Maluku ini bukan sekedar ritual lima (5) tahunan. Tapi momen penting dan strategis bagi Gerindra mengeksplor potensi yang dimiliki oleh para Bacalon kepala daerah.
“Hasil fit and proper tes ini akan jadi bahan pertimbangan serius Gerindra untuk memberi dukungan rekomendasi bagi Bacalkada. Maka ini tidak seremonial belaka, kami sangat serius untuk menghadirkan calon kepala daerah terbaik dari Gerindra,” tandas HL.
Karena itu, diharapkan proses ini dapat berjalan dengan baik hingga selesai. Semua Bacalkada bisa mendapat ruang lebih untuk paparkan apa yang jadi visi misinya, yang kemudian dieksplorasi oleh para penguji.

Menurut HL, ada sejumlah konsen Gerindra untuk dijadikan atensi bagi ke-50 Bacalkada se-Maluku. Yakni jiwa leadership, memiliki konsep dan gagasan yang jelas; harus inovatif tidak konvensional/tradisional, punya kompetensi tata kelola birokrasi yang jelas dan teruji.
Selanjutnya, punya komitmen kebangsaan yang kuat dan terakhir, mampu atau memiliki kapasitas untuk resolusi konflik.
“Tidak cukup hanya punya kepala daerah yang cakap, pintar secara IQ, tapi harus mampu menjadi problem solver dan punya jiwa komitmen kebangsaan,” tegas anggota DPRD-RI itu.
Hasil uji kepatutan dan kelayakan ini tambah HL, akan jadi bahan pertimbangan serius untuk partai memberikan dukungan politik di Pilkada, baik Bacalon Bupati/Wakil Bupati dan Bacalon Walikota/Wakil Walikota.
“Artinya semua Bacalon kepala daerah punya kesempatan yang sama diusung, baik kader internal dan maupun eksternal. Karena itu terkait isu diluar soal dukungan Gerindra sudah ke Bacalkada tertentu, itu sama sekali tidak mendasar dan keliru,” pungkasnya. (NS)



