
AMBON,Nunusaku.id,- Rencana penyelesaian rehabilitasi rumah dinas (Rumdis) Gubernur Maluku di kawasan Mangga Dua Kota Ambon pada April 2025 lalu molor.
Namun Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maluku melalui PPK menjamin rehab fisik akan segera tuntas atau rampung, karena kini sudah mencapai 98 persen.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) rehabilitasi proyek rumah dinas Gubernur, Pierrad Latuihamallo menyebut, memang sesuai action plan, rehabilitasi fisik Rumdis selesai 100 persen di bulan April. Minus interior, mobiler dan landscape.
“Rumdis Gubernur miliki tingkat kerusakan parah, karena tidak ditinggali Gubernur sebelumnya selama lima tahun. Beda dengan Rumdis Wakil Gubernur yang rusak ringan karena memang dihuni,” jelas Pierrad kepada media ini, Kamis (5/6) lalu.
Secara detail, kata dia, Rumdis Gubernur terdapat kerusakan berat dan diperbaiki total yaitu di kediaman utama, garasi dan dua ruangan di belakang garasi, gazebo, lapangan tenis, ruang gym, ruang spa, sumur bor, bangunan independen/mess, ruang Patwal/Walpri, dapur, gudang.
Selain itu, beberapa perubahan pun dilakukan terutama menyediakan ruang privasi Gubernur yang selama ini tidak ada di Rumdis dan alihfungsi Pantry menjadi satu kamar tidur anak.
“Sekarang untuk gedung kediaman utama, interior sudah masuk. Kita juga sedang fokus mengejar renovasi mess independen yang miliki 8 kamar. Bisa digunakan jika ada tamu pa Gubernur untuk nginap, semua fasilitas disediakan,” terangnya.
Disamping itu, akui Pierrad, masih ada beberapa ruangan lagi yang akan disiapkan master desain oleh konsultan perencanaan yaitu ruang tidur, ruang makan dan ruang kerja Presiden. Serta ruang tidur Wakil Presiden dan ruang transit.
“Itu sementara dibuat konsep desainnya dulu, denah tampak dan animasi agar kelihatan semuanya,” urai Kepala Seksi Tata Bangunan dan Lingkungan Pemukiman Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Maluku itu.
Seluruh pekerjaan renovasi terus dikebut, dengan target sebelum 17 Agustus sudah bisa ditempati. Namun menurut dia, Gubernur Maluku memberi deadline waktu penyelesaian lebih cepat yaitu bulan Juli mendatang.
“Kami sanggupi. Sehingga kami kerja 24 jam, dengan tetap perhatikan mutu dan kualitas pekerjaan. Semoga bisa selesai, saat ini sudah 98 persen. Tinggal mobiler dan interior,” jelas Pierrad.
Rehabilitasi Rumah Dinas Gubernur di Mangga Dua itu awalnya menelan anggaran untuk tahun 2025 senilai Rp 8 Miliar sesuai analisis kebutuhan biaya (AKB).
Karena kondisi kas daerah, anggaran dibagi dua tahap pencairan yaitu Rp 3,95 Miliar di tahap pertama dan Rp 4,50 Miliar tahap kedua. Pengadaan mobiler untuk rumah jabatan dialokasikan senilai Rp 3,5 Miliar. Total 8 Miliar sudah mengcover mobiler.
Terpisah, anggota DPRD Maluku Allan Lohy tegaskan, penganggaran rehabilitasi rumah dinas tersebut sudah direncanakan jauh sebelum pelantikan Gubernur Maluku yang baru, Hendrik Lewerissa.
Artinya, pejabat lama saat itu yang mengemban tanggungjawab di masa transisi selaku Pejabat Gubernur ialah Sadali Ie, yang saat ini masih “duduk manis” di kursi Sekda Maluku.
“Terkait rumah dinas Gubernur, itu sebenarnya sudah ditentukan sebelum pelantikan Gubernur. Jadi harusnya ditanyakan ke pihak yang saat itu menjabat selaku Pj Gubernur,” ujar Lohy dikutip media ini dari Tribun Maluku.com, Kamis (19/6).
Berdasarkan informasi yang diterimanya tambah Lohy, rumah dinas Gubernur tersebut memang tidak ditempati selama lima tahun oleh Gubernur sebelumnya Murad Ismail, sehingga kemungkinan besar mengalami kerusakan cukup parah.
“Setahu saya rumah itu sudah lama tidak ditinggali. Barang-barang di dalam juga kabarnya dalam kondisi kosong atau rusak, jadi kemungkinan perlu diganti total,” katanya.
Legislator asal Gerindra itu menegaskan, Komisi III DPRD Maluku akan menindaklanjuti informasi tersebut secara serius setelah ada laporan resmi yang masuk, agar dapat melakukan tinjauan lapangan secara langsung.
“Kami di Komisi III DPRD Maluku juga belum turun langsung. Harus ada surat masuk agar kami bisa turun dan meninjau kondisi fisik bangunan tersebut,” tambahnya.
Diketahui, alokasi anggaran 8 Miliar di 2025 itu merupakan tahun keenam dialokasi sejak era kepemimpinan Gubernur sebelumnya Murad Ismail dan Pj Gubernur, Sadali Ie hanya untuk rehabilitasi rumah jabatan.
Sebab sejak 2019-2023, Pemprov Maluku saat itu telah gelontorkan anggaran fantastis senilai Rp 5,4 Miliar untuk rehabilitasi rumah jabatan yang bahkan tidak pernah ditempati mantan Gubernur Murad Ismail. (NS)

