
AMBON,Nunusaku.id,- Peringatan 480 tahun jejak misi Santo Fransiskus Xaverius menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen kebersamaan bagi umat Katolik dan masyarakat Kota Ambon.
Perayaan ini tidak hanya mengenang sejarah pewartaan Injil, tetapi juga meneguhkan peran nilai iman dalam membangun peradaban dan merawat persaudaraan lintas iman.
Identitas Ambon sebagai “Kota Injil” kembali ditegaskan dalam perayaan itu, sekaligus menjadi pengingat bahwa sejarah panjang pewartaan Injil harus tercermin dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi dan persatuan.
Peringatan tersebut digelar dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan di Serbaguna Xaverius, dan dihadiri Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, bersama para tokoh agama, guru, siswa, serta umat Katolik di Kota Ambon, Sabtu (14/2).
Di kesempatan itu, Walikota mengajak masyarakat menjadikan sejarah sebagai fondasi membangun masa depan.
Ia membuka refleksinya dengan menyinggung pentingnya cerita-cerita masa lalu sebagai pembentuk jati diri.
“Kita memulai dari cerita-cerita lama, karena sejarah itulah yang membuat kita bisa berdiri hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan 480 tahun sejak pewartaan Injil pertama di Ambon adalah kisah tentang keberanian melintasi pulau, menabur kebaikan, dan membangun kehidupan yang beradab.
Karena itu, semangat Injil harus diwujudkan dalam sikap hidup yang menghargai perbedaan.
“Tidak mungkin api Injil menyala di kota yang tidak menghargai perbedaan,” tegasnya.
Dirinya juga menekankan komitmen Pemerintah Kota dalam merawat harmoni lintas iman melalui berbagai agenda tahunan seperti Jalan Salib, festival Santa Claus, festival Imlek, dan festival Ramadhan sebagai wujud kebersamaan warga kota.
Disisi lain, Walikota ingatkan, Ambon tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran, perlambatan ekonomi, dampak situasi global terhadap distribusi pangan dan harga kebutuhan pokok, hingga persoalan pengelolaan sampah dan potensi konflik sosial.
“Tantangan ini tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Kalau tantangan banyak, maka kita harus semakin kuat dan semakin bersatu,” ujarnya.
Momentum 480 tahun misi ini diharapkan menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk terus menghadirkan kebaikan, menjaga Ambon tetap damai, inklusif, dan kokoh dalam persaudaraan lintas iman dan budaya. (NS-02)

