353 Anak Kota Ambon Masih Stunting, Kaya Bertekad Turunkan
oppo_2

AMBON,Nunusaku.id,- Berdasarkan data Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) bulan April tahun 2024, tercatat Kota Ambon masih memiliki 353 anak gagal tumbuh atau stunting.

Penjabat Walikota Ambon Dominggus N. Kaya menyebut, pada tahun 2021 angka prevalensi stunting di kota Ambon sebesar 21,8 persen, kemudian turun menjadi 21,1 persen di tahun 2022 dan di tahun 2023 turun 0,4 persen menjadi 20,7 persen.

“Jika dilihat dari presentasi terjadi penurunan, namun secara jumlah masih terdapat 353 anak stunting di kota Ambon sebagaimana data EPPGBM bulan April 2024,” tandas Kaya saat penguatan kapasitas untuk tim pendamping keluarga (TPK) Kota Ambon bersama Kepala BKKBN RI di hall Maluku City Mall (MCM), Rabu (29/5/24).

Kaya mengaku, kepemimpinannya sebagai Penjabat Walikota memang masih seumur jagung atau tergolong baru. Namun telah ada tekad dan komitmen kuat agar terus bekerja sehingga kota Ambon terbebas dari masalah stunting.

Sebagai wujud kepedulian aparat sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menurunkan stunting, Kaya mengaku, Pemkot telah melaksanakan pemberian bantuan orang tua asuh bagi anak stunting sejak tahun 2022, dengan besaran bantuan eselon II Rp 150 ribu/bulan, eselon III Rp 100 ribu/bulan dan 50 ribu/bulan untuk eselon IV.

“Pemkot juga telah berikan paket bantuan makanan berupa susu, telur, kacang hijau, beras serta pemberian makanan tambahan untuk Balita stunting. Termasuk telah memiliki 144 tim pendamping keluarga (TPK) yang terdiri dari 432 orang,” jelasnya.

Walau dengan masa jabatan hanya satu tahun kedepan, namun Kaya menargetkan di akhir kepemimpinannya tahun 2025, jumlah anak stunting sudah tersisa dibawah 200 orang, dengan prevalensi di 18 persen.

“Untuk mencapai itu, perlu kerjasama dan kolaborasi yang baik antar OPD dan mitra kerja dalam mendukung setiap program konvergensi dan kolaborasi program terkait penurunan angka stunting,” pungkasnya.

Sementara, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo menyebut, TPK di Kota Ambon perlu diberi perhatian dan atensi khusus karena mereka yang memaknai dan mensukseskan program pemerintah untuk upaya percepatan penurunan stunting, bersama kader KB, BKB, BKL dan sub PPKBD.

“Kalau tidak ada mereka ini, susah. Mereka rela berkorban dan bekerja, walau dengan honor yang kecil. Dengan 144 TPK yang terdiri dari 432 orang dan pemahaman pentingnya mencegah stunting sejak dini, saya doakan angka Stunting kota Ambon di tahun 2025 ada bila perlu di angka 100,” terangnya.

Pasalnya juga salah satu program orang tua asuh stunting yang digagas Pemkot untuk eselon II-IV dengan gotong royong membantu anak stunting, diyakini Hasto, akan mampu turunkan prevalensi stunting kurang dari 200, bila perlu dibawah 100, tentu atas dukungan TPK, OPD dan mitra kerja. (NS)

 

Views: 7
Facebook
WhatsApp
Email