
AMBON,Nunusaku.id,- Sebanyak 24 saksi telah diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease terkait bentrokan antar pemuda Negeri Tulehu dan Tial Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
“Total saksi sudah 24. 12 orang saksi dari Tulehu dan 12 dari Tial,” tandas Wakapolresta Ambon AKBP Nur Rahman kepada awak media di Mapolresta Ambon, Senin (7/4).
Setelah itu, menurut Wakapolresta, pihaknya akan mengagendakan gelar perkara terkait rangkaian peristiwa yang terjadi bertepatan momen Idul Fitri dan merenggut satu korban jiwa dan tiga luka-luka.
“Nanti kita akan lakukan gelar perkara. Sebab saat ini terkait kasus Tulehu-Tial, tidak hanya laporan masuk dan ditangani Polresta Ambon, tapi juga Polda Maluku,” jelas Nur.
Totalnya tambah dia, ada lima (5) laporan meliputi kasus penganiayaan anak dibawah umur, pengancaman, penyanderaan, penganiayaan dan penganiayaan berat yang menyebabkan hilangnya nyawa orang.
Lebih lanjut ditegaskan Rahman, respon cepat aparat keamanan menjadi kunci pencegahan eskalasi konflik di dua negeri tetangga itu sehingga tidak meluas dan membuat masyarakat terprovokasi.
“Segera setelah insiden terjadi, personel Polsek dan Polresta Ambon, dibantu Brimob dan TNI, menuju lokasi. Prioritas utama mengamankan situasi dan mencegah meluasnya bentrok. Salah satu tindakan cepat ialah evakuasi 11 warga Tulehu yang terjebak di Tial saat bentrok, walau sempat temui kendala,” jelasnya.
Selain evakuasi, langkah cepat lain yang diambil adalah peningkatan pengamanan di titik-titik rawan serta mendirikan Pos pengamanan gabungan Polresta dan Polda Maluku di perbatasan kedua desa untuk mencegah bentrokan susulan.
Langkah itu menurut Nur Rahman, dinilai efektif untuk menjaga kondusifitas wilayah masing-masing. Namun tentu, peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat jauh lebih penting membantu kepolisian.
“Kami berkomitmen tangani kasus ini secara profesional, transparan, dan adil. Maka diharapkan masyarakat tidak terprovokasi dan tidak menyebar berita hoaks. Mari kita jaga kedamaian, karena kita orang basudara,” pungkasnya. (NS)





