Densus 88 Ajak UNIDAR Ambon Perkuat Benteng Ideologi Kebangsaan, Cegah Radikalisme Masuk Kampus
IMG-20251017-WA0018

AMBON,Nunusaku.id,- Dalam upaya memperkuat ketahanan ideologi di kalangan akademisi, Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 Antiteror Polri hadirkan Rida Hesti Ratnasari, mantan petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sebagai narasumber dalam kuliah umum bertema “Urgensi Pencegahan Penyebaran Paham IRET dalam Gerakan Ideologis di Lingkungan Kampus”.

Kuliah umum yang digelar di kampus Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (16/10) ini dihadiri lebih dari 200 civitas akademika.

Turut hadir Rektor Unidar Ambon M. Riyadh Ulupatty, Ketua Yayasan Unidar sekaligus Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo, para Wakil Rektor, dan jajaran dosen-pegawai.

Kegiatan ini bentuk Kerja Sama (Kerma) antara Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri dengan Unidar Ambon guna meningkatkan literasi dan kesadaran ideologis di lingkungan kampus.

Rektor Unidar Ambon M. Riyadh Ulupatty menyampaikan apresiasi tinggi kepada Densus 88 AT Polri atas langkah strategis menggandeng kampus dalam pencegahan penyebaran paham intoleran dan radikal di lingkungan pendidikan tinggi.

“Kami berterima kasih atas kolaborasi ini. Kuliah umum ini jadi momentum penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat semangat kebangsaan civitas akademika Unidar Ambon,” ujarnya.

Riyadh juga menegaskan komitmen kampusnya dalam mendukung upaya deradikalisasi melalui pendidikan dan riset, serta mendorong mahasiswa agar menjadi agen perdamaian ditengah dinamika sosial-keagamaan yang kompleks.

Rida Hesti Ratnasari, mantan petinggi HTI mengapresiasi Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri terhadap kinerja yang sejak tahun 2022 hingga saat ini sukses meredam aksi terorisme di Indonesia melalui strategi pencegahan dan penindakan dengan slogan Zero Attack.

Dikatakan, terorisme merupakan suatu proses, dimulai dari intoleransi sebagai bentuk penyimpangan pemikiran, berkembang menjadi radikalisme dalam sikap, dan bermuara pada terorisme sebagai tindakan nyata.

“Media sosial sangat berpengaruh signifikan sebagai sarana penyebaran narasi dan propaganda gerakan ideologis,” tandasnya.

Karena itu, dirinya mengajak Rektor dan serta seluruh civitas akademika UNIDAR Ambon untuk berperan aktif dalam: deteksi dini, tutor Sebaya dan meluruskan pemahaman agama terindikasi IRET melalui riset dan pengabdian masyarakat,

“Pentingnya kita sebagai warga kampus menularkan kesadaran menjaga NKRI, menjadi duta toleransi Anti-IRET, membangun budaya kampus harmoni, serta menciptakan atmosfer akademik yang fokus pada prestasi dan masa depan. Karena kampu menjadi sasaran radikalisme disebar,” pungkasnya. (NS)

Views: 5
Facebook
WhatsApp
Email