1.593 Mahasiswa Universitas Pattimura Ikut Pembekalan KKN Angkatan 52 T.A 25/26
IMG-20260403-WA0034

AMBON,Nunusaku.id,- Sebanyak 1.593 mahasiswa peserta dan 30 Dosen Pembimbing lapangan (DPL) mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura (Unpatti) angkatan 52 gelombang II tahun akademik 2025/2026 di Student Center FKIP, Rabu (1/4/26).

Pembekalan yang diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) itu dibuka Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd dihadiri para Wakil Rektor, Dekan FISIP, Ketua dan Sekretaris LLPM, para Wakil Dekan, dan mahasiswa KKN.

Tema KKN tahun ini “Mengembangkan UMKM Desa dan Pemahaman Hukum Melalui Program KKN Berdampak di Provinsi Maluku”.

Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Rektor menegaskan, pentingnya pelaksanaan KKN sebagai sarana membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

KKN bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Karena itu kata Rektor, mahasiswa yang telah menempuh proses akademik di kampus harus mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang dimiliki secara langsung ditengah masyarakat.

“Mahasiswa harus menunjukkan bahwa mereka memiliki kapabilitas dan kompetensi untuk menyelesaikan berbagai persoalan ditengah masyarakat,” tegasnya.

Dikatakan, perguruan tinggi memiliki tanggungjawab untuk mendukung program pemerintah, terutama dalam bidang ketahanan pangan, ketahanan energi, serta penguatan ekonomi berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Karena itu, kegiatan KKN diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu juga, mahasiswa didorong untuk mampu mengidentifikasi potensi desa, seperti sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga pengelolaan sumber daya lokal, guna dikembangkan menjadi peluang ekonomi yang produktif.

“Dengan bekal ilmu dan pengalaman di lapangan, mahasiswa diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi di desa,” ujarnya.

Rektor berharap, seluruh peserta KKN dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta menjaga nama baik institusi selama berada di lokasi pengabdian.

“Kegiatan pembekalan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, sekaligus memperkuat peran Universitas Pattimura dalam mencetak generasi yang berdaya saing, inovatif, dan berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional.” tutup Rektor.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengelola KKN Unpatti, Dr. Semuel P. Ritiauw, S.Pd, M.Pd dalam laporannya katakan, sebanyak 1.593 mahasiswa peserta KKN Unpatti mengikuti pembekalan dengan tujuan utama yang difokuskan pada upaya untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Dijelaskan, tema yang diangkat dalam KKN kali ini sebagai bentuk penyesuaian atau perubahan dari Kemendikti-Saintek yang berfokus pada kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pembangunan.

“Sebanyak 83 desa ditetapkan sebagai lokasi KKN reguler yang akan mengimplementasikan program prioritas sehingga berdampak sesuai dengan tema besar, ditambah satu kelompok KKN kolaborasi bersama PMI Ambon serta tiga kelompok KKN tematik berbasis program yang telah diusulkan,” jelas Ritiauw.

Implementasi mahasiswa KKN tahun ini diakuinya, akan ditempatkan pada wilayah Kota Tual dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Sementara penempatan di Kota Ambon dibatasi hanya untuk mahasiswa tertentu dengan pertimbangan khusus.

Dalam pengembangan inovasi, tambah Ritiauw, KKN tahun ini juga didukung sistem digital melalui aplikasi SipKKN yang dikembangkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Melalui sistem ini, seluruh proses mulai dari pendaftaran, pelaporan, hingga penilaian dilakukan secara terintegrasi.

“Program KKN tahun ini turut melibatkan kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya Dinas Koperasi dan UMKM Maluku, serta Kantor Wilayah Kementerian Hukum,” jelasnya.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat implementasi program di lapangan, khususnya dalam pengembangan UMKM desa dan peningkatan literasi hukum masyarakat, sehingga mahasiswa juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat terkait isu-isu strategis, seperti pengelolaan keuangan desa dan pemahaman terhadap regulasi hukum yang berlaku,” sambungnya.

Melalui pelaksanaan KKN ini tambah Ritiauw, Universitas Pattimura diharapkan mampu untuk terus mencetak mahasiswa yang adaptif, inovatif, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Maluku.

Pembekalan KKN tahun ini menghadirkan narasumber Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Maluku, Kepala Kanwil Kemenkum Maluku, Dr. Arman Anwar, M.Hum., Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt, M.Sc., Sekretaris LPPM, Dr. Sherly Lewerissa, S.Pi, M.P., dan Ketua Pengelola KKN, Prof. Ir. J. Leiwakabessy, M.S. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email